🌹📝 ADAB-ADAB ZIARAH KUBUR

1. Menjauhi perbuatan kesyirikan dan kebid’ahan

Contoh: Tidak berdoa kepada penghuni kubur atau bertawassul dengan perantaraan penghuni kubur, tidak memastikan surga bagi penghuni kubur (kecuali yang telah dipastikan oleh Rasulullah shollallahu alaihi wasallam)

2. Tidak meratap (niyaahah) atau melakukan perbuatan-perbuatan jahiliyyah (menjambak rambut, berteriak-teriak, merobek baju, memukul pipi, dan semisalnya) dengan menampakkan kesedihan yang sangat dan tidak rela terhadap takdir Allah atas kematian orang yang dicintai.

3. Menggunakan kesempatan ziarah kubur untuk mengingat kematian, karena itu tidak pantas untuk tertawa dan bergurau di areal pemakaman.

4. Melepas alas kaki sebelum masuk areal kuburan (kecuali jika di kuburan tersebut terdapat duri-duri atau benda-benda tajam yang membahayakan).

5. Mengucapkan salam dan berdoa untuk penghuni kubur sesuai Sunnah Nabi.

6. Tidak melintas (melangkahi) tiap-tiap kubur (di antara 2 batu nisan).

7. Tidak duduk di atas kubur.

Hendaknya mencari tempat yang kosong ketika duduk, bukan duduk tepat di atas kubur.

8. Tidak mencela orang yang sudah meninggal

9. Tidak menjadikan hari-hari tertentu sebagai kebiasaan berziarah

10. Memohonkan ampunan untuk penghuni kubur.

Namun tidak boleh memohonkan ampunan jika penghuni kubur itu adalah orang yang jelas kafir.

11. Tidak boleh meniatkan safar (perjalanan ke luar kota) khusus untuk ziarah kubur.

Khusus untuk wanita, adab-adab dalam berziarah kubur ada tambahan:

1. Tidak sering melakukannya

2. Memperhatikan adab-adab keluar rumah:

a. Ijin pada suami
b. Menutup aurat secara syar’i
c. Tidak berhias dan memakai wewangian
 

(Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom