💐📝ALLAH DAN PARA MALAIKATPUN BERSHOLAWAT KEPADA MEREKA

Dalil-dalil dalam al-Quran dan hadits yang shahih menunjukkan bahwa Allah dan para Malaikat-Nya bersholawat kepada orang-orang tertentu, di antaranya:

1⃣Rasulullah Muhammad shollallahu alaihi wasallam

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bersholawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah dan ucapkanlah salam untuk beliau (Q.S al-Ahzaab ayat 56)

2⃣Orang yang bersholawat kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَات

Barangsiapa yang bersholawat kepadaku 1 sholawat, Allah akan bersholawat untuknya 10 sholawat, dihapus darinya sepuluh keburukan dan diangkat 10 derajat (H.R anNasaai, dishahihkan Syaikh Muqbil bin Hadi al-Waadiiy dalam al-Jaamius Shohih mimmaa laysa fis shohiihayn)

3⃣Orang-orang yang makan sahur

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِيْنَ

Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bersholawat kepada orang-orang yang bersantap sahur (H.R Ibnu Hibban, atThobaroniy, dihasankan Syaikh al-Albaniy)

4⃣Orang-orang yang menyambung shaf dalam sholat berjamaah

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ الصُّفُوْفَ

Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bersholawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf (H.R Ahmad, Ibnu Majah, dishahihkan Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan dinyatakan hasan shahih oleh Syaikh al-Albaniy dalam Shahih atTarghib)

5⃣Orang-orang yang menempati shaf terdepan dalam sholat berjamaah

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصَّفِّ الْأَوَّلِ

Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bersholawat kepada (orang-orang yang berada) di shaf pertama (H.R Ibnu Majah, dishahihkan Syaikh al-Albaniy)

6⃣Orang-orang yang mengajarkan kebaikan (ilmu syar’i) kepada manusia

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya, dan penduduk langit dan bumi, hingga semut di lubang (sarangnya), bahkan ikan, sungguh bersholawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia (H.R atTirmidzi, dishahihkan al-Albaniy)
 
7⃣Banyak berdzikir mengingat Allah

عَنْ سُلَيْم بْنِ عَامِرٍ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : يَا أَبَا أُمَامَةَ إِنِّي رَأَيْتُ فِي مَنَامِي أَنَّ الْمَلَائِكَةَ تُصَلِّي عَلَيْكَ كُلَّمَا دَخَلَتَ وَ كُلَّمَا خَرَجْتَ وَ كُلَّمَا قُمْتَ وَ كُلَّمَا جَلَسْتَ قَالَ أَبُو أُمَامَةَ : اللَّهُمَّ غُفْرًا دَعُوْنَا عَنْكُمْ وَ أَنْتُمْ لَوْ شِئْتُمْ صَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائَكَةُ ثُمَّ قَرَأَ { يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا * وَ سَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَ أَصِيْلًا * هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَ مَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ وَ كَانَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَحِيْمًا }

Dari Sulaim bin Aamir ia berkata: Seorang laki-laki datang menghadap Abu Umamah radhiyallahu anhu- berkata: Wahai Abu Umamah, sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku Malaikat bersholawat kepadamu setiap kali anda masuk, keluar, berdiri, dan duduk. Abu Umamah berkata: Ya Allah, ampunilah aku. Biarkan kami dari kalian. Kalau kalian ingin para Malaikat bersholawat kepada kalian, (lakukanlah seperti ayat berikut). Kemudian beliau membaca (ayat) :

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا * وَ سَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَ أَصِيْلًا * هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَ مَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ وَ كَانَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَحِيْمًا

Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah mengingat Allah dengan dzikir yang banyak, dan bertasbihlah (mensucikan)Nya pada pagi dan sore. Dialah (Allah) yang bersholawat untuk kalian dan para Malaikat-Nya untuk mengeluarkan kalian dari kegelapan menuju cahaya. Dan Dia Maha Penyayang terhadap orang-orang beriman (Q.S al-Ahzaab ayat 41-43)
(H.R al-Baihaqiy dan al-Hakim, dinyatakan shahih sesuai syarat Muslim oleh adz-Dzahabiy)

8⃣Orang-orang yang duduk di tempat sholatnya, setelah selesai sholat berjamaah di masjid, selama tidak mengganggu pihak lain dan belum berhadats

صَلَاةُ أَحَدِكُمْ فِي جَمَاعَةٍ تَزِيدُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي سُوقِهِ وَبَيْتِهِ بِضْعًا وَعِشْرِينَ دَرَجَةً وَذَلِكَ بِأَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ لَا يُرِيدُ إِلَّا الصَّلَاةَ لَا يَنْهَزُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حُطَّتْ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ وَالْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ الَّذِي يُصَلِّي فِيهِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ

Sholatnya salah seorang dari kalian secara berjamaah lebih utama dibandingkan sholatnya di pasar dan rumahnya sebanyak 20 sekian derajat. Yang demikian karena jika ia berwudhu, kemudian membaguskan wudhu’nya, kemudian ia mendatangi masjid, tidaklah ia menginginkan kecuali sholat, tidaklah ada niatan kecuali sholat, maka tidaklah ia melangkahkan satu langkah kecuali diangkat satu derajat atau dihapuskan satu kesalahan. Dan para Malaikat bersholawat kepada salah seorang dari kalian selama ia berada di tempat sholatnya (dengan mendoakan): Ya Allah bersholawatlah untuknya, Ya Allah rahmatilah dia, selama ia tidak berhadats dan mengganggu (pihak lain) (H.R al-Bukhari)

📚Makna Sholawat Allah dan para Malaikat untuk Hamba

Ada beberapa pendapat Ulama tentang makna Allah bersholawat dan Malaikat bersholawat kepada hamba Allah, di antaranya :

Pertama: Sholawat dari Allah artinya rahmat dan keberkahan dari Allah. Sholawat dari para Malaikat artinya adalah mendoakan atau memohonkan ampunan untuk mereka (penjelasan asy-Syaukaaniy dalam Fathul Qodiir)

Kedua: Sholawat dari Allah artinya adalah pujian Allah di hadapan para Malaikat yang didekatkan dengan-Nya. Sholawat dari Malaikat artinya doa dari para Malaikat agar Allah memuji hamba tersebut di hadapan para Malaikat. Ini adalah pendapat dari Abul ‘Aaliyah yang dikuatkan oleh Ibnul Qoyyim dan Syaikh Ibnu Utsaimin.

Ibnu Katsir dalam Tafsirnya mengisyaratkan bahwa sholawat dari Allah untuk hamba-Nya baik yang bermakna “rahmat” ataupun “pujian”, tidaklah bertentangan di antara keduanya (Tafsir Ibnu Katsir surat al-Ahzab ayat 43).

Ketiga: Sholawat dari Allah artinya adalah ampunan Allah. Ini adalah pendapat Said bin Jubair (lihat Zaadul Masiir karya Ibnu Jauzi).

Keempat: Sholawat Allah untuk hamba-Nya adalah pemberian maaf, rahmat, keberkahan, dan pemulyaan, di dunia dan di akhirat. Ini adalah pendapat al-Imam al-Qurthubiy dalam Tafsirnya. Beliau menyatakan :

 وصلاة الله على عبده: عفوه ورحمته وبركته وتشريفه إياه في الدنيا والآخرة

Sholawat Allah untuk hamba-Nya adalah pemberian maaf, rahmat, keberkahan, dan pemulyaan baginya di dunia dan di akhirat (Tafsir al-Qurthubiy (2/177), penafsiran surat al-Baqoroh ayat 157 pada poin yang ke-6).

Pendapat keempat ini adalah pendapat yang menggabungkan seluruh kandungan makna yang disebutkan para Ulama tentang definisi “sholawat Allah kepada hamba-Nya”.

Wallaahu A’lam.

<< Materi Kajian di Masjid At-Taqwa Besuki Situbondo, ba'da Isya 8 Sya'ban 1437 H/ 14 Mei 2016 M >>

(Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom