💐📕Apakah Suntikan Membatalkan Puasa?

Menjawab pertanyaan sebelumnya: Apakah suntikan obat semacam vitamin atau antibiotik membatalkan puasa?

✅ Jawaban:

Menurut penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin dan Syaikh Bin Baz rahimahumallah, hal itu tidaklah membatalkan puasa. Berbeda dengan infus. Infus adalah pengganti makan dan minuman karena itu membatalkan puasa. Akan tetapi sebaiknya bagi yang berpuasa dan ingin suntik obat, sebaiknya menunggu setelah berbuka puasa.

Berikut ini beberapa kutipan penjelasan kedua Ulama’ Ahlussunnah tersebut:

الرابع: ما كان بمعنى الأكل والشرب؛ كالإبر المغذية، ومعنى قولنا: المغذية أنه يستغنى بها عن الأكل والشرب، وأما الإبر التي للتداوي أو للتقوية أو لغير ذلك من الأمراض لكنها لا تغني عن الأكل والشرب فهذه لا تفطر، سواء أخذها الإنسان في العضلات أو في الوريد أو في أي محل

(Pembatal puasa) yang ke-empat: adalah segala sesuatu yang bermakna makan dan minum. Seperti suntikan pemberi nutrisi. Maksud ucapan kami: ‘pemberi nutrisi’ adalah bahwa dengan suntikan itu menyebabkan seseorang merasa cukup dari makan dan minum. Adapun suntikan untuk pengobatan atau untuk menguatkan atau yang lainnya dari penyakit-penyakit yang ada, akan tetapi tidak menyebabkan (pasien) merasa cukup dari makan dan minum maka ini tidaklah membatalkan. Sama saja apakah (diambil) dari otot atau urat, atau dari tempat mana saja (Liqoo’ al-Baab al-Maftuuh libni Utsaimin (174-13)).

  الصواب أن الإبر المغذية تفطر الصائم إذا تعمد استعمالها، أما الإبر العادية فلا تفطر الصائم

Yang benar, bahwa suntikan pemberi nutrisi (infus) membatalkan puasa jika menyengaja menggunakannya. Sedangkan suntikan biasa tidaklah membatalkan puasa (Majmu’ Fataawa Ibn Baaz (15/258)).

ومن الأمور التي لا تفسد الصوم : تحليل الدم، وضرب الإبر، غير التي يقصد بها التغذية، لكن تأخير ذلك إلى الليل أولى وأحوط إذا تيسر ذلك؛ لقول النبي صلى الله عليه وسلم: دع ما يريبك إلى ما لا يريبك   ، وقوله عليه الصلاة والسلام: من اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه

Di antara hal-hal yang tidak membatalkan puasa adalah: cek darah dan suntikan, selain suntikan pemberi nutrisi (infus). Akan tetapi, mengakhirkannya hingga malam adalah lebih utama dan lebih berhati-hati jika hal itu mudah. Berdasarkan sabda Nabi shollallahu alaihi wasallam : Tinggalkanlah yang meragukanmu menuju yang tidak meragukan. Dan Sabda beliau alaihis sholaatu was salaam : barangsiapa yang menghindari syubhat, maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya (Majmu’ Fataawa Ibn baaz (15/17)).
 

(Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom