📗Atsar tentang Bolehnya Ta'ziyah thd Orang Kafir Selama Bukan Kafir Harbi

عن عقبة بن عامر الجهني :

أنه مر برجل هيأته هيأة مسلم فسلم فرد عليه وعليك ورحمة الله وبركاته فقال له الغلام إنه نصراني فقام عقبة فتبعه حتى أدركه فقال إن رحمة الله وبركاته على المؤمنين لكن أطال الله حياتك وأكثر مالك وولدك

Dari Uqbah bin Amir radhiyallahu anhu bahwasanya beliau berpapasan dengan seseorang yg penampilannya seperti muslin maka beliau mengucapkan salam dan orang tersebut menjawab salam: waalaika wa rohmatullahi wa barokaatuh. Ada seorang anak kecil berkata: Dia itu Nashrani! Kemudian Uqbah bangkit dan mengejar orang tsb hingga mendapatinya. Uqbah berkata: Sesungguhnya rahmat Allah dan keberkahannya untuk orang-orang beriman (saja). Akan tetapi semoga Allah memanjangkan usiamu dan memperbanyak harta dan anakmu (H.R al-Bukhari dalam hAdabul Mufrod, dihasankan Syaikh al-Albaniy)

Syaikh al-Albaniy memberikan catatan kaki thd hadits tersebut: Di dalam atsar dari Sahabat yg mulya ini terdapat isyarat bolehnya berdoa panjang umur meski kepada orang Kafir. Untuk muslim terlebih lagi. Lihat hadits (41/56), akan tetapi harus diperhatikan oleh orang yg berdoa bahwa orang itu bukan kafir yg memusuhi kaum muslimin. Berkembang dari hal ini bolehnya ta'ziyah yg semisal ini berdasarkan atsar tsb. Maka ambillah ini sebagai faidah (Shahih al-Adabil Mufrod (1/444)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom