📗BACAAN KETIKA MENYEMBELIH ATAU SAAT TALBIYAH HAJI BUKANLAH MELAFADZKAN NIAT

Pertanyaan no 484:

Fadhilatus Syaikh (Ibn Utsaimin) rahimahullah ditanya: Terdapat isykal (kerancuan) pada saya  tentang mengucapkan niat ketika seorang yang berhaji mengucapkan: Labbaika Umrotan atau ketika seorang yang menyembelih mengucapkan: Ini adalah dari fulaan, ia menyebutkan nama pemilik kurban ketika menyembelih. Saya berharap anda menghilangkan kerancuan ini

Jawaban Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah:

Tidak ada isykal (kerancuan) dalam hal itu. Ucapan seorang yang menyembelih : Ini adalah dariku dan dari Ahli Baytku adalah pengkhabaran terhadap apa yang ada di hatinya. Ia tidak mengatakan: Ya Allah sesungguhnya aku ingin berkurban. Seperti yang diucapkan oleh orang yang melafadzkan niat. Tapi ia menampakkan apa yang ada di hatinya saja.
Niat mendahului itu, sebelum didatangkan binatang kurban, direbahkan, dan disembelih, orang tersebut telah berniat. Demikian juga yang diucapkan saat manasik: Labbaika hajjan, labbaika umrotan. Ini bukanlah memulai berniat. Karena orang tersebut telah meniatkan sebelumnya.

Karena itu tidak disyariatkan seseorang mengucapkan: Ya Allah, sesungguhnya saya mau Umroh, Ya Allah sesungguhnya saya mau haji. Tapi niatkanlah dalam hatimu, dan talbiyahkan dengan lisanmu.

Adapun orang yang mengucapkan niat pada selain haji, umrah, dan penyembelihan (kurban), telah dimaklumi bahwa itu (pun) tidak disyariatkan. Tidaklah disunnahkan bagi seseorang yang akan berwudhu mengucapkan: Ya Allah saya ingin berwudhu atau ketika akan sholat ia mengatakan:  Ya Allah saya ingin sholat. Semua ini tidak disyariatkan. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shollallahu alaihi wasallam
(Majmu’ Fataawa wa Rosaail Ibn Utsaimin juz 22 halaman 19-20)

Naskah Asli:

[ السؤال: ] يشكل علي يا فضيلة الشيخ النطق بالنية إذا قال الحاج: لبيك عمرةً مثلا، أو قول المضحي: هذه عن فلان أي: تسمية صاحب الأضحية عند الذبح، فأرجو رفع الإشكال؟
الجواب: لا إشكال في ذلك؛ لأن قول المضحي: هذه عني وعن أهل بيتي إخبار عما في قلبه، فهو لم يقل: اللهم إني أريد أن أضحي كما يقوله من ينطق بالنية، بل أظهر ما في قلبه فقط وإلا فإن النية سابقة من حين أن أتى بالأضحية وأضجعها وذبحها فقد نوى، وكذلك يقال في النسك: لبيك حجاً .. لبيك عمرة، ليس هذا من باب ابتداء النية؛ لأن الناس قد نووا من قبل، ولهذا لا يشرع أن تقول: اللهم إني أريد العمرة .. اللهم إني أريد الحج، لا، انو بقلبك ولبِّ بلسانك، وأما التكلم بالنية في غير الحج والعمرة والأضحية فهذا أمر من المعلوم أنه ليس بالمشروع، فلا يسن للإنسان إذا أراد أن يتوضأ أن يقول: اللهم إني أريد أن أتوضأ، أو اللهم إني نويت أن أتوضأ، أو بالصلاة اللهم إني أريد أن أصلي، اللهم إني نويت أن أصلي، كل هذا غير مشروع، وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم

Alih bahasa: Abu Utsman Kharisman

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom