📕💐 BERKOMUNIKASI DENGAN ALLAH DALAM DZIKIR DAN DOA

Pertanyaan terkait hadits di bawah ini:

قل : سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر . فعقد الأعرابي علي يده ومضى فتفكر ثم رجع فتبسم النبي صلى الله عليه وسلم قال : تفكر البائس فجاء فقال : يا رسول الله سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر هذا لله فمالي ؟ فقال له النبي صلى الله عليه وسلم : يا أعرابي إذا قلت : سبحان الله قال الله : صدقت وإذا قلت : الحمد لله قال الله : صدقت وإذا قلت : لا إله إلا الله قال الله : صدقت وإذا قلت : الله أكبر قال الله : صدقت وإذا قلت اللهم اغفر لي قال الله : قد فعلت وإذا قلت : اللهم ارحمني قال الله : [ قد ] فعلت وإذا قلت : اللهم ارزقني قال الله : قد فعلت . فعقد الأعرابي على سبع في يده ثم ولى

(Nabi bersabda kepada al-A’robiy) Ucapkan: Subhaanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar. Al-A’robiy (orang Arab pedalaman) menghitung dengan tangannya kemudian dia pergi. Kemudian dia berpikir kemudian dia kembali. Maka Nabi shollallahu alaihi wasallam tersenyum dan berkata: orang yang susah sedang berpikir. Kemudian orang itu berkata:  Wahai Rasulullah, Subhaanallah walhamdulillah walaailaaha illallaahu wallaahu akbar ini untuk Allah lalu untuk saya mana? Kemudian Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda: Wahai A’robiy, jika engkau mengatakan: Subhanallah (Maha Suci Allah), Allah berkata: engkau benar. Jika engkau berkata: Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah), Allah berkata: engkau benar. Jika engkau berkata: Laa Ilaaha Illallah (Tiada sesembahan yang haq kecuali Allah), Allah berkata: engkau benar. Jika engkau berkata: Allaahu Akbar (Allah Maha Besar), Allah berkata: engkau benar. Jika engkau berkata: Ya Allah ampunilah aku, Allah berkata: Aku telah melakukannya. Jika engkau berkata: Ya Allah rahmatilah aku, Allah berkata: Aku telah melakukannya, jika engkau berkata: Ya Allah berilah aku rezeki, Allah berkata: Aku telah melakukannya. Kemudian A’robiy menghitung 7 (poin) dengan tangannya kemudian dia pergi (H.R adh-Dhiyaa’ al-Maqdisiy, dishahihkan al-Albaniy dalam as-Shahihah)

❓Pertanyaan:
Apakah doa di atas tauqifi? Tidak bisakah misalnya diganti –setelah berdzikir dengan dzikir di atas- dengan doa, misal: Allaahumasyfinii (Ya Allah sembuhkan aku) atau Allaahumma amitnii ‘alal Islam was Sunnah (Ya Allah wafatkan aku dalam Islam dan Sunnah?

✅ Jawaban:

Naam, yang nampak dari penjelasan di hadits yang lain adalah bisa dengan menggunakan doa lain. Terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad:

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنِي عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ جَاءَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي كَلِمَاتٍ أَدْعُو بِهِنَّ قَالَ تُسَبِّحِينَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ عَشْرًا وَتَحْمَدِينَهُ عَشْرًا وَتُكَبِّرِينَهُ عَشْرًا ثُمَّ سَلِي حَاجَتَكِ فَإِنَّهُ يَقُولُ قَدْ فَعَلْتُ قَدْ فَعَلْتُ (رواه أحمد)

Ahmad berkata: telah menceritakan kepada kami Waki’ (ia berkata) telah menceritakan kepadaku ‘Ikrimah bin ‘Ammaar dari Ishaq bin Abdillah bin Abi Tholhah dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu beliau berkata: Ummu Sulaim datang kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam dan berkata: Wahai Rasulullah ajarkan kepadaku kalimat-kalimat yang dengan itu aku berdoa. Nabi menyatakan: hendaknya engkau bertasbih mensucikan Allah Azza Wa Jalla 10 kali dan bertahmid 10 kali dan bertakbir 10 kali, kemudian mintalah keperluanmu. Karena Dia (Allah) akan berkata: Aku telah melakukannya, Aku telah melakukannya (H.R Ahmad no 11762).

Seluruh perawi dalam hadits ini adalah rijal al-Bukhari dan Muslim kecuali ‘Ikrimah bin ‘Ammaar. Beliau termasuk rijal Muslim saja. Al-Hafidz Ibn Hajar menyatakan bahwa ‘Ikrimah bin ‘Ammar ini shoduq (kadang) salah. Al-Munawi menyatakan sanad hadits ini shahih atau hasan.

Terdapat riwayat lain dalam Sunan atTirmidzi dan anNasaai:

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مُوسَى أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ غَدَتْ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ عَلِّمْنِي كَلِمَاتٍ أَقُولُهُنَّ فِي صَلَاتِي فَقَالَ كَبِّرِي اللَّهَ عَشْرًا وَسَبِّحِي اللَّهَ عَشْرًا وَاحْمَدِيهِ عَشْرًا ثُمَّ سَلِي مَا شِئْتِ يَقُولُ نَعَمْ نَعَمْ (رواه الترمذي والنسائي وحسنه الألباني)

(atTirmidzi berkata) telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Musa (beliau berkata) telah mengkhabarkan kepada kami Abdullah bin al-Mubarok (beliau berkata) telah mengkhabarkan kepada kami ‘Ikrimah bin ‘Ammaar (beliau berkata) telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Abdillah bin Abi Tholhah dari Anas bin Malik bahwa Ummu Sulaim datang di waktu pagi kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam kemudian berkata: ajarkan kepadaku kalimat yang aku baca dalam sholatku. Nabi bersabda: Bertakbirlah (mengagungkan) Allah 10 kali dan bertasbih (mensucikan) Allah 10 kali dan bertahmidlah (memuji) Allah 10 kali, kemudian mintalah sesuai yang engkau inginkan. Allah akan berkata: Ya. Ya. (H.R atTirmidzi, juga anNasaai, dihasankan Syaikh al-Albaniy).

Wallaahu A’lam.
 
(Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom