📗Bagaimana Penghasilan yang Didapat dari Bekam?

Syaikh Zaid al-Madkhali rahimahullah menyatakan:

إن النبي صلى الله عليه وسلم أحتجم وأعطى الحجام أجرته.ولكنه قال كسب الحجام خبيث
فكسبه خبيث بمعنى حرام وحرام عليه أن يأكله ويشرب منه أو يكتسي منه وإنما يصرفه
كأجرة منزل أو علف للحيوانات أو ما شبها ذالك

Sesungguhnya Nabi shollallahu alaihi wasallam berbekam dan memberikan upah kepada tukang bekam. Akan tetapi beliau menyatakan bahwa penghasilan bekam adalah khobits (buruk). Maka penghasilannya khobits artinya haram, haram untuk digunakan makan, minum, atau pakaian. Mungkin bisa dia pakai untuk membayar sewa rumah, memberi pakan hewan, dan semisalnya.

Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=61370

(dinukil dan diterjemahkan: Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom


---------------
Tambahan:
📌 Ust. Kharisman Abu Utsman:

Tentang masalah bekam di atas, ada khilaf dari para Ulama. Jika kita membuka link sumber dari situs sahab tersebut ada beberapa pendapat yg berbeda dari para Ulama di postingan di bawahnya, yaitu Syaikh Bin Baz, Syaikh Sholih al-Fauzan, Syaikh Ibn Utsaimin, Syaikh Farkaus, yang menyatakan bhw penghasilan bekam tidaklah haram, namun makruh atau mengandung unsur kerendahan. Disebutkan juga dalil-dalilnya. Juga tdk ada pembatasan bahwa penghasilan itu tdk dimakan atau diminum.

Jazakallah khairan akh Rahmat atas kiriman link-nya. Pertanyaan serupa juga pernah dijawab Ust Sarbini hafidzhahullah di majalah asy-Syariah berikut ini:

http://asysyariah.com/problem-anda-hukum-penghasilan-praktisi-bekam/