📕🌷Fatwa Syaikh Ibn Utsaimin tentang Munculnya Hasad

[ السؤال ] (فإن الكريم يخفيه واللئيم يبديه) هل هذه العبارة صحيحة؟ وما ضابط الحسد المحاسب عليه والحسد غير المحاسب عليه؟

الجواب: ورد في الحديث (إذا حسدت فلا تبغ) فالحسد الذي تحاسب عليه هو الذي يكون فيه البغي على المحسود بأن يكتم فضائله ويبدي مثالبه، وأما ما يحدث به الإنسان نفسه ثم يستغفر الله ويعود فلا حرج عليه؛ لأن هذا من جنس حديث النفس الذي لا يؤاخذ به الإنسان  (قاله الشيخ ابن عثيمين في الفتاوى الثلاثية (1-46)

❓Pertanyaan:

“Sesungguhnya orang yang mulya menyembunyikannya dan orang yang hina menampakkannya”. Apakah ibarat (kalimat) ini benar? Apakah patokan yang jelas untuk menentukan suatu hasad itu akan dihitung (berdosa) dan hasad yang tidak dihitung (sebagai dosa)?

✅ Jawaban Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah :

Tersebut dalam sebuah hadits: “Jika engkau hasad, janganlah bersikap melampaui batas/dzhalim”. Hasad yang akan dihitung (sebagai dosa) jika padanya terdapat sikap baghyu (melampaui batas) terhadap orang yang dihasadi, dengan menyembunyikan kelebihan (keutamaan-keutamaan)nya, dan menampakkan aib-aib/ kekurangan pada orang tersebut. Sedangkan bisikan hati (yang muncul tiba-tiba, pent) kemudian dia beristighfar kepada Allah dan kembali (menghilangkan hasad dalam diri, pent) maka yang demikian tidak mengapa. Karena ini termasuk bisikan hati yang manusia tidak dihitung (berdosa) ketika itu muncul (Fataawa ats-Tsulaatsiyyah (1/46))

(Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom