🕋 KALA SHOLAT PERLU DIPUTUS 🚧
----------------
#adab_sholat
#ibnu_rajab
#kondisi_gawat
----------------
🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂🍃🍂

                بسم الله الرحمن الرحيم

Diantara adab dalam sholat yang perlu diperhatikan adalah tidak bolehnya kita menyengaja memutus/menghentikan sholat tanpa alasan yang diperbolehkan syaria't. Sebagian ahli tahqiq bahkan menyebut sampai pada tataran kesepakatan (baca: ijma') di kalangan ulama tentang larangan ini. Di antara dalil yang dijadikan pijakan hukum adalah keumuman kandungan Firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ *وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ*

[[ _Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul *dan janganlah kalian membatalkan amal-amal kalian*_]].
Surat Muhammad : 33

Akan tetapi, adakalanya dalam situasi tertentu, seseorang memerlukan diri untuk menghentikan sholatnya. Bilakah yang demikian itu boleh dilakukan?

*AlHafidz Ibnu Rojab alHanbaliy _rahimahullah_ menyebutkan beberapa pendapat para Ulama Madzhab tentang hal-hal yang diperbolehkan menghentikan sholat dalam syarh (penjelasan) beliau terhadap Shahih alBukhari pada Kitab _al'Amal fi ashSholah_ Bab _Idza infalatat adDabbah fi ashSholah_, beliau memberikan pengantar sebagai berikut:

---------
Adapun Qotadah, beliau berkata: " _Jika (pencuri) mengambil pakaian (orang yang tengah sholat) maka dia (boleh) mengejar si-pencuri dan (sejenak) meninggalkan sholatnya_". Dan Abdurrazzaq juga meriwayatkan dalam (kitabnya); dari Ma'mar dari alHasan dan Qotadah, tentang seseorang yang sedang sholat, kemudian dia mengkhawatirkan hewan tunggangannya (lepas) atau dimangsa binatang buas? Kedua beliau berkata: " _Dia (boleh) berpaling (sejenak)_."
Serta dari Ma'mar dari Qotadah, dia berkata: Aku bertanya kepadanya, tanyaku: Seseorang sholat, lalu dia melihat anak kecil berada di tepi sumur, dikhawatirkan anak itu terjatuh ke dalamnya, apakah boleh berpaling (dari sholatnya)? Beliaupun menjawab: " _Ya_," aku (kembali) bertanya, (jika) dia melihat pencuri hendak mengambil sepasang sandalnya? Beliau mengatakan: " _(boleh) berpaling pergi._"

Sedangkan pendapat (Imam) Sufyan (atsTsauriy): " _jika nampak bagi seseorang sesuatu yang gawat/kritis sementara dia tengah menjalankan sholat, (boleh sementara) meninggalkan sholatnya_." (sebagaimana) diriwayatkan dari beliau dari alMu'afi.
Demikian pula apabila khawatir ternaknya akan diterjang arus air bah, atau terhadap tunggangannya.

Sementara pendapat (Imam) Malik: " _Seseorang yang terlepas tunggangannya ketika dia sholat, (boleh) berjalan dalam jarak dekat jika dalam jangkauan baik di arah depan, kanan ataupun kirinya. (Namun) jika diperlukan sampai jauh maka sholatnya (boleh) dihentikan._"

Adapun pendapat sejawat kami (para ulama bermadzhab hanbaliy-pent.): _seandainya seseorang melihat ada orang lain yang tenggelam, atau terjebak kebakaran, ataupun dua anak yang saling bertikai hebat, dan semisalnya, sedangkan dirinya mampu untuk melakukan penyelamatan, hendaklah dia hentikan sholatnya lalu menyelamatkannya._

Dan di antara beliau ada yang membatasi hanya pada sholat nafilah (sunnah selain wajib). Adapun yang lebih tepat: Bahwa *hal ini berlaku umum baik sholat fardhu maupun selainnya.*

Sedangkan (Imam) Ahmad berkata -tentang orang yang mengawal musuh yang ditawannya, ketika keduanya melaksanakan sholat, ternyata si-musuh melarikan diri, padahal dia tengah sholat - : " _Berhenti (dari sholatnya) untuk mengejarnya._"
(Imam) Ahmad -juga- berkata: " _Jika dia melihat seorang anak kecil terjatuh ke dalam sumur, hendaklah dia putus sholatnya, kemudian menolong anak itu._"

Sebagian sejawat (dalam madzhab) kami berkata: " _Hanyalah dihentikan sholatnya jika diperlukan tindakan yang banyak dalam menolongnya. Apabila sekedar tindakan ringan, tidaklah dibatalkan sholatnya"_. Demikian pula pernyataan Abu Bakar (_radhiyallahi 'anhu_-pent.) tentang orang yang keluar (dari sholatnya) tatkala melihat musuh yang diburunya:
" _Sesungguhnya dia (setelah bergerak-pent.) kembali melanjutkan sholatnya._"
Sementara alQodhi (Iyadh-pent.) menyampaikan analisa bahwa yang demikian (jika) tindakannya hanya ringan. Dan bisa juga dinyatakan: bahwa orang tersebut tengah mengkhawatirkan hartanya, sehingga tindakannya dimaklumi (diberi udzur), walaupun banyak.
--------
Demikian penjelasan alHafidz Ibnu Rajab _rahimahullah_

📚Berikut petikan teks arabic dari Kitab Fathul Bari Syarh Shahih alBukhari, melalui software shameela versi mobile, hal 336-337:
📝📝📝📝📝📝📝📝

11 - باب
إذا انفلتت الدابة في الصلاة*

*

وقال قتادة: إن أخذ ثوبه يتبع السارق ويدع الصلاة.
وروى عبد الرزاق في ((كتابه)) ، عن معمر، عن الحسن وقتادة، في رجل كان يصلي، فأشفق أن تذهب دابته أو أغار عليها السبع؟ قالا: ينصرف.
وعن معمر، عن قتادة، قال: سألته، قلت: الرجل يصلي فيرى صبيا على بئر، يتخوف أن يسقط فيها، أفينصرف؟ قال: نعم. قلت: فيرى سارقا يريد أن يأخذ
نعليه؟ قال: ينصرف.
ومذهب سفيان: إذا عرض الشيء المتفاقم والرجل في الصلاة ينصرف إليه.
رواه، عنه المعافى.
وكذلك إن خشي على ماشيته السيل، أو على دابته.
ومذهب مالك؛ من انفلتت دابته وهو يصلي مشى فيما قرب، إن كانت بين يديه، أو عن يمينه أو عن يساره، وإن بعدت طلبها وقطع الصلاة.
ومذهب أصحابنا: لو رأى غريقا، أو حريقا، أو صبيين يقتتلان، ونحو ذلك، وهو يقدر على إزالته قطع الصلاة وأزاله.
ومنهم من قيده بالنافلة.
والأصح: أنه يعم الفرض وغيره.
وقال أحمد – فيمن كان يلازم غريما له، فدخلا في الصلاة، ثم فر الغريم وهو في الصلاة -: يخرج في طلبه.
وقال أحمد - أيضا -: إذا رأى صبيا يقع في بئر، يقطع صلاته ويأخذه.
قال بعض أصحابنا: إنما يقطع صلاته إذا احتاج إلى عمل كثير في أخذه، فإن كان العمل يسيرا لم تبطل به الصلاة.
وكذا قال أبو بكر في الذي خرج ورأى غريمه: إنه يعود ويبني على صلاته.
وحمله القاضي على أنه كان يسيرا.
ويحتمل أن يقال: هو خائف على ماله، فيغتفر عمله، وإن كثر.
ـــــــــــــــــ
فتح الباري لابن رجب: كتاب العمل في الصلاة، باب11  إذا انفلتت الدابة في الصلاة. صفحة 337-336

***********************
🗒Kraksaan, 7 Sya'ban 1437 H

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
bit.ly/hikmahfatwaislam