🍃KELEMBUTAN YANG SEMPURNA DENGAN KETEGASAN 📌
➖➖➖➖➖➖➖➖
#perilaku_terpuji
#islam_sempurna
#ibnu_taimiyyah
➖➖➖➖➖➖➖➖

❓🔁 Adakah di antara kita yang terpesona dengan keluhuran perilaku berupa sikap lemah lembut 💬? atau justru karakter sebagian kita lebih suka dengan sikap tegas dalam bertindak 💥?

Keduanya adalah perilaku yang sama-sama diperlukan, tentu pada saat dan kondisi yang tepat...

🔰Dan ternyata tidak akan cukup sempurna jika kita condong dan berlebihan pada salah satunya. Sebagaimana ajaran Islam disempurnakan dari seluruh ajaran ummat sebelumnya dengan kesempurnaan menggabungkan antara teguhnya ketegasan yang dibalut indahnya kelembutan.

📚 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyimpulkan di antara keunggulan syariat Nabi kita Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam, dalam kitab beliau "alJawabushShohih liman Baddala DinalMasih" Juz 5 hal. 86:

📄
ففي شريعته - صلى الله عليه وسلم - من اللين والعفو والصفح ومكارم الأخلاق أعظم مما في الإنجيل، وفيها من الشدة والجهاد، وإقامة الحدود على الكفار والمنافقين أعظم مما في التوراة، وهذا هو غاية الكمال؛

📜"... Sehingga pada Syariat (yang disampaikan) beliau shallallahu 'alaihi wa sallam (terkumpul sikap) kelembutan, suka memaafkan, mudah melupakan kesalahan orang lain*, serta berbagai akhlaq mulia yang lebih tinggi dari pada yang diajarkan dalam injil.

Sebagaimana padanya terdapat sikap tegas, jihad, penegakan hukum-hukum had kepada orang-orang kafir dan munafiq, lebih besar dari pada yang diajarkan dalam taurat.

Maka inilah puncak kesempurnaan.

Karenanya sebagian (ulama salaf) telah menyatakan:

 ولهذا قال بعضهم: بعث موسى بالجلال، وبعث عيسى بالجمال، وبعث محمد بالكمال.

"Musa -'alaihi wa sallam- telah diutus dengan (ciri dominan) kejayaan, dan Isa -'alaihi wa sallam- telah diutus dengan (ciri dominan) keindahan, dan Muhammad -'alaihi afdholushsholatu wassallam- dengan kesempurnaan."

ـــــــــــ🍃🍃🍃🍃🍃ــــــــــ

* sebagaimana penjelasan alQurthubiy rahimahullah dalam tafsir beliau: "....

- adapun "alAfwu" (adalah sikap) meninggalkan pembalasan/hukuman terhadap suatu dosa.

- sedangkan "ashshofhu" (lebih dalam lagi; memaafkan ditambah) menghilangkan rasa (tidak rela) yang tersisa dalam jiwa. (Biasa dikatakan) "aku telah merelakan (ُصَفَحْت) si fulan, jika aku berpaling dari (kesalahan)nya dan meninggalkannya." Dan (makna ini) terambil dari Firman Allah Ta'ala:

أَفَنَضْرِبُ عَنْكُمُ الذِّكْرَ صَفْحًا أَنْ كُنْتُمْ قَوْمًا مُسْرِفِينَ

[[Maka apakah Kami akan MEMBIARKAN (dan MELUPAKAN) pendustaan kalian terhadap Al Quran kepadamu, sementara kalian adalah kaum yang melampaui batas?]]* azZukhruf : 5 ..."

〰〰〰〰〰〰〰
* demikian kurang lebih makna pilihan Imam ibnu Jarir atThobariy dalam tafsirnya, dari sekian makna yang diriwayatkan dari salaf.

=====================
✏️Abu Abdirrahman Sofian
عافى الله عنه ولوالديه ... آمين

dipublikasikan:
WA al I'tishom | Kraksaan | 25 Shofar 1437 H