📗Membaca al-Muaawidzatain dan Mengusapkan Tangan ke Sekujur Tubuh Sebelum Tidur

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ) رواه البخاري

Dari Aisyah -radhiyallahu anha- bahwa Nabi shollallaahu alaihi wasallam ketika akan tidur di pembaringan setiap malam, menggabungkan kedua telapak tangannya kemudian meniup keduanya kemudian membaca Qul huwallaahu ahad, qul a'udzu bi robbil falaq, dan qul a'udzu bi robbinnaas, kemudian mengusap kedua telapak tangan itu ke seluruh tubuh yang bisa terjangkau. Mulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuh. Beliau melakukan hal itu 3 kali (H.R al-Bukhari)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom