📕🌷 Mencium Tangan Orangtua atau Mertua

Menjawab pertanyaan sebelumnya tentang mencium tangan orangtua/ mertua, yang demikian tidak mengapa. Hukumnya mubah.

Berikut ana kutipkan dan terjemahkan fatwa dari al-Allaamah al-Faqih Ibnu Utsaimin rahimahullah Ta’ala:

السؤال
 ما حكم تقبيل اليد خاصة: ولد لوالده، أو تلميذ لشيخه؟

الجواب
 تقبيل اليد احتراماً لمن هو أهل للاحترام كالأب والشيخ الكبير والمعلم لا بأس به، إلا إذا خيف من الضرر: وهو أن الذي قبلت يده يعجب بنفسه ويرى أنه في مقامٍ عالٍ، فهنا نمنعها لأجل هذه المفسدة.

Pertanyaan : Apakah hukum mencium tangan khususnya seorang anak kepada orangtuanya atau murid kepada gurunya?

Jawab:

Mencium tangan sebagai bentuk penghormatan kepada yang berhak untuk dihormati seperti ayah atau Ulama besar, atau guru tidak mengapa. Kecuali jika dikhawatirkan ada kemudharatan: yaitu, jika orang yang anda cium tangannya timbul perasaan ujub dalam dirinya dan mengira bahwa ia berada dalam kedudukan yang tinggi, maka dalam hal itu kita mencegahnya karena mafsadah ini

(Liqoo’ Baabil Maftuh libni Utsaimin (177/30)).
 
(Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom