📕💐 Pertanyaan tentang Nabi Musa yang Bertemu Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam

Menjawab pertanyaan di grup WA al-I’tishom (19 Februari 2014):

❓Pada kisah Isra’ wal Mi’raj yang pernah diposting di sini disebutkan ketika sampai pada langit keenam Nabi Musa menemui Rasulullah dan menasehatkan agar meminta keringanan pada Allah atas ibadah sholat… apakah Nabi Musa saat itu telah ada di langit setelah beliau meninggal?

✅ Jawab:

Para Ulama berbeda pendapat tentang hal itu. Namun, pendapat yang dirajihkan (dipilih) oleh Syaikh Sholih bin Abdil Aziz Aalu Syaikh adalah bahwa saat itu pertemuan Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam dengan Nabi Musa adalah pertemuan dengan ruh Nabi Musa saja bukan jasadnya. Sedangkan jasadnya ada di bumi.

Berikut ana kutipkan dan terjemahkan transkrip ceramah Syaikh Sholih bin Abdil Aziz Aalu Syaikh dalam Syarh al-Aqiidah at-Thohaawiyyah :

هل لقي النبي أجسادَ الأنبياء مع أرواحهم؟ أم إنه  لقي أرواحهم دون أجسادهم؟
العلماء لهم في ذلك قولان:

القول الأول:
قال طائفة من أهل العلم: لَقِيَ أرواحا وأجساداً، واستدلوا على ذلك بدليلين:
* الدليل الأول: أن هذا هو الظاهر من الجَمْعْ - يعني من أنهم جُمِعُوا له وأنه كلّم آدم وكلّم فلان وكلّم فلان إلى آخره.
* والدليل الثاني: أنه جاء في أحد الروايات قوله (وبُعِثَتْ لي الأنبياء) وبَعْثَةُ الأنبياء له، تدلُّ على أَنَّ ذلك خاص في ذلك الموقف الخاص.

القول الثاني:
أن ذلك إنما هو للأرواح دون الأجساد حاشا عيسى عليه السلام فإنه رُفِعَ إلى السماء بروحه وجسده.
وفي إدريس قولان؛ إدريس عليه السلام في السماء الرابعة فيه قولان، هل كان رفعه للسماء الرابعة بروحه فقط أم كان بروحه وجسده؟ وفي ذلك خلاف عند المفسرين وعند أهل العلم مأخوذ أو تجده عند قوله تعالى ?وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا?[مريم:57] في قصة لا تثبت؛ يعني في قصة لسبب الرّفع لا تثبت.
والأظهر من القولين عندي أنَّ ذلك كان بالأرواح دون الأجساد خلا عيسى عليه السلام؛ وذلك أنَّ النبي ? حين التقى بالأنبياء وصلوا معه:
* إما أن يُقال صَلَّوا معه بأجسادهم، وقد جُمِعَت أجسادهم له من القبور، ثم رَجعت إلى القبور وبقيت أرواحهم في السماء.
* وإما أن يُقال هي بالأرواح فقط؛ لأنَّهُ لقيهم في السماء.

Apakah Nabi (Muhammad shollallahu alaihi wasallam) bertemu (pada Mi’raj, pent) dengan jasad-jasad para Nabi dan ruh-ruhnya atay hanya bertemu dengan ruhnya saja tanpa jasad?

Dalam hal ini ada 2 pendapat dari para Ulama’.

✏️Pendapat pertama:

Sebagian Ulama menyatakan: beliau bertemu dengan ruh dan jasadnya. Mereka berdalil dengan 2 dalil:

Dalil pertama: Inilah (yang nampak) secara dhahir dalam penggabungan (ruh dan jasad, pent). Yaitu, itulah yang digabungkan untuk beliau bahwasanya beliau berbicara dengan Adam, berbicara dengan Fulaan, dan seterusnya…

Dalil kedua: Telah disebutkan dalam sebagian riwayat ucapan beliau : “ dan telah dibangkitkan untukku para Nabi”. Dibangkitkannya para Nabi untuk beliau menunjukkan bahwa hal itu terjadi secara khusus di tempat yang khusus.

✏️Pendapat yang kedua:

Sesungguhnya yang bertemu dengan beliau adalah ruh-ruh saja tanpa jasad-jasadnya kecuali Isa ‘alaihissalam, karena beliau (Isa) diangkat ke langit dengan ruh dan jasadnya.

Tentang (Nabi) Idris ada 2 pendapat. Idris alaihissalam diangkat ke langit ke-4 ada dua pendapat. Apakah diangkatnya beliau ke langit ke-4 dengan ruhnya saja atau dengan ruh dan jasadnya juga?

Dalam hal ini ada khilaf di kalangan mufassirin dan Ulama’. Hal itu diambil atau bisa didapati dalam firman Allah Ta’ala:

وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا

dan Kami angkat dia pada tempat yang tinggi (Q.S Marya: 57).

Di dalamnya terdapat kisah yang tidak tsabit, yaitu kisah penyebab diangkatnya beliau (ke langit) tidak tsabit.

Yang nampak dari dua pendapat tersebut menurut saya adalah bahwa pertemuan itu terjadi dengan ruh-ruh tanpa jasad-jasadnya, selain Isa alaihissalam. Yang demikian, karena Nabi shollallahu alaihi wasallam ketika bertemu dengan para Nabi sholat bersama mereka:

- Bisa saja dikatakan bahwa beliau sholat bersama mereka dengan jasad-jasad mereka. Dikumpulkan jasad-jasad mereka dari kubur kemudian dikembalikan ke kubur dan tetaplah ruh-ruh mereka di langit.

- Bisa saja dikatakan bahwa itu dengan ruh-ruh saja karena pertemuannya di langit.

(Ithaaful Masaa-il bimaa fit thohaawiyyah minal masaa-il li Sholih bin Abdil Aziz Aalu Syaikh (14/5)).

(Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom