📕💐 Sedikit Faidah tentang Dajjal

Tanggapan untuk pertanyaan pada 26 Desember 2014 lalu:

Pertanyaan:

Afwan ustad, ana mau tanya ajaran alluminati new world order di balik simbul amerika yg bertuliskan novus ordo seclorum apa ada kaitannya dgn dakjall? Apa ciri2 dakjal sesuai al quran ya ustad.
Barakallah fikum

Jawaban :

Pertama, pelajaran penting bagi kita semua adalah:

Hendaknya fokus kita dalam menuntut ilmu adalah mencari penjelasan dalil dari al-Quran atau hadits Nabi dengan pemahaman Salafus Sholih dengan bimbingan para Ulama Ahlussunnah. Jangan terseret dengan berita-berita atau asumsi-asumsi yang disebar kebanyakan orang yang sama sekali tidak berdasar dengan mengait-ngaitkan suatu peristiwa atau logo suatu negara atau instansi dengan sesuatu yang dianggap ada hubungannya. Kemudian dianalisis dengan hal-hal yang dikesankan ilmiah dan dijadikan kesimpulan dalam Dien ini. Contohnya adalah hubungan alluminati dalam simbol Amerika dengan kemunculan Dajjal. Banyak disebutkan di situs-situs internet tentang hal ini. Sama sekali hal itu tidak berlandaskan dalil. Semua hanyalah persangkaan mereka saja. Kita dilarang mengikuti kebanyakan manusia di muka bumi yang hanya mengikuti persangkaan saja, mereka ini bisa menyesatkan kita dari jalan Allah.

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

Dan jika engkau mentaati kebanyakan manusia yang ada di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidaklah mengikuti kecuali persangkaan saja dan tidaklah mereka kecuali berprasangka dan berdusta (Q.S al-An’aam:116)

Keberadaan dan kemunculan Dajjal adalah pemberitaan dari Nabi shollallahu alaihi wasallam. Maka setiap hadits yang shahih tentangnya wajib kita imani meski itu tidak terjangkau akal kita.

Bukannya kita membela orang-orang kafir Amerika, justru mereka adalah orang-orang kafir yang penuh dengan makar. Namun dalam setiap hal kita mesti menyikapinya dengan bimbingan para Ulama Ahlussunnah dengan dalil-dalil yang dipahami para Salaf.

Kedua, tentang Dajjal ini kaum muslimin terbagi menjadi beberapa kelompok. Ada yang sama sekali tidak mempercayai adanya Dajjal karena secara eksplisit tidak disebutkan dalam al-Quran. Mereka adalah orang-orang yang mengaku pengikut al-Quran tapi pada dasarnya itu sekedar kedok untuk menolak hadits-hadits Nabi. Padahal hadits-hadits Nabi adalah penjelas bagi al-Quran.

...وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

…Dan Kami turunkan kepadamu adz-Dzikr agar engkau (wahai Muhammad) jelaskan kepada manusia apa yang diturunkan kepada mereka agar mereka berfikir (Q.S an-Nahl:44).

Masuk dalam kelompok ini adalah ingkarussunnah ataupun Mu’tazilah. Memang penyebutan Mu’tazilah adalah kelompok yang ada di masa lalu, namun saat ini pemikirannya banyak diadopsi oleh kelompok-kelompok baru dengan berbagai nama meski mereka mengaku bukan Mu’tazilah. Intinya, kelompok dengan pemikiran Mu’tazilah itu adalah menentang hadits meski shahih jika bertentangan dengan akal pikiran.  Atau menganggap hadits ahad tidak bisa dipakai dalil dalam hal akidah. Sedangkan Ahlussunnah meyakini bahwa selama hadits itu shahih baik mutawatir ataupun ahad, semuanya bisa dijadikan sebagai hujjah baik dalam hal hukum maupun akidah. Padahal hadits-hadits tentang keluarnya Dajjal adalah mutawatir bukan ahad. Contoh kelompok yang menyimpang yang terpengaruh dengan Mu’tazilah saat ini adalah Hizbut Tahrir. Selain berpemikiran Mu’tazilah mereka juga berpemikiran Khowarij.

Kelompok kedua, mereka tidak menentang semua penyebutan Dajjal. Hanya saja mereka menganggap bahwa Dajjal bukanlah makhluk tertentu, tapi ia hanya simbol yang menunjukkan banyaknya kerusakan dan kedustaan sebelum datangnya hari kiamat. Ini juga keyakinan yang batil.

Sedangkan Ahlussunnah, meyakini semua hadits shahih yang dikhabarkan Nabi tentang turunnya Dajjal. Ada hadits yang menyebutkan bahwa Dajjal adalah para pendusta yang jumlahnya banyak yang mengaku sebagai Rasul, dan banyak juga hadits yang menyebutkan bahwa Dajjal adalah makhluk tertentu yang mengaku sebagai Tuhan dan matanya picak (bermata satu), dan tertulis kaf fa’ ro’ di antara kedua matanya yang bisa dibaca oleh orang yang beriman. Ini adalah al-Masih ad-Dajjal yang fitnahnya terbesar bagi manusia akan muncul menjelang datangnya hari kiamat.
Hadits yang menyatakan bahwa para Dajjal adalah para pendusta yang mengaku sebagai Rasul:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ

Tidaklah akan datang hari kiamat hingga dibangkitkan para Dajjal para pendusta dekat jumlahnya dengan 30, seluruhnya mengaku bahwa mereka adalah Rasul Allah (H.R Muslim dari Abu Hurairah)

Para Dajjal adalah para pendusta yang menyampaikan hadits-hadits palsu:

يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ يَأْتُونَكُمْ مِنْ الْأَحَادِيثِ بِمَا لَمْ تَسْمَعُوا أَنْتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ فَإِيَّاكُمْ وَإِيَّاهُمْ لَا يُضِلُّونَكُمْ وَلَا يَفْتِنُونَكُمْ

Akan datang di akhir zaman para Dajjal para pendusta yang menyampaikan kepada kalian hadits-hadits yang tidak pernah didengar oleh kalian maupun ayah-ayah kalian. Hati-hati (menjauhlah) dari mereka, jangan sampai mereka menyesatkan dan menimbulkan fitnah bagi kalian (H.R Muslim dari Abu Hurairah)

Dua hadits di atas menunjukkan bahwa Nabi kadang menyebutkan sebutan Dajjal untuk sifat para pendusta.

Sedangkan hadits-hadits yang menunjukkan akan turunnya suatu makhluk al-Masih ad-Dajjal yang picak matanya, keriting rambutnya, besar tubuhnya, berkulit merah, dan seterusnya dengan sifat-sifat yang Nabi sebutkan sangat banyak sekali, di antaranya:

الدَّجَّالُ مَمْسُوحُ الْعَيْنِ مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ ثُمَّ تَهَجَّاهَا ك ف ر يَقْرَؤُهُ كُلُّ مُسْلِمٍ

Dajjal salah satu matanya ‘mamsuh’ (rata seperti dahi, pent), tertulis di antara kedua matanya ‘Kaafir’ kemudian Nabi mengejanya: kaf fa’ ro’ yang bisa dibaca oleh setiap muslim (H.R Muslim dari Anas bin Malik)

ثُمَّ ذَكَرَ الدَّجَّالَ فَقَالَ إِنِّي أُنْذِرُكُمُوهُ وَمَا مِنْ نَبِيٍّ إِلَّا قَدْ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ لَقَدْ أَنْذَرَهُ نُوحٌ قَوْمَهُ وَلَكِنْ سَأَقُولُ لَكُمْ فِيهِ قَوْلًا لَمْ يَقُلْهُ نَبِيٌّ لِقَوْمِهِ تَعْلَمُونَ أَنَّهُ أَعْوَرُ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ

Kemudian Nabi menjelaskan tentang Dajjal. Beliau bersabda: Sesungguhnya aku memperingatkan kalian darinya. Tidaklah ada seorang Nabi kecuali ia memperingatkan umatnya akan (bahaya) Dajjal. Nuh juga telah memperingatkan umatnya. Akan tetapi aku akan sampaikan kepada kalian suatu ucapan yang tidak ada Nabi sebelumnya yang mengucapkannya agar kalian mengetahui yaitu sesungguhnya Dajjal picak (buta sebelah) dan sesungguhnya Allah tidaklah picak (H.R al-Bukhari dari Ibnu Umar)

أَلَا أُحَدِّثُكُمْ حَدِيثًا عَنْ الدَّجَّالِ مَا حَدَّثَ بِهِ نَبِيٌّ قَوْمَهُ إِنَّهُ أَعْوَرُ وَإِنَّهُ يَجِيءُ مَعَهُ بِمِثَالِ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَالَّتِي يَقُولُ إِنَّهَا الْجَنَّةُ هِيَ النَّارُ وَإِنِّي أُنْذِرُكُمْ كَمَا أَنْذَرَ بِهِ نُوحٌ قَوْمَهُ

Ingatlah, aku akan sampaikan kepada kalian hadits tentang Dajjal sebagaimana yang disampaikan Nabi (sebelumnya) kepada kaumnya. Sesungguhnya ia picak. Sesungguhnya ia datang dengan sesuatu yang semisal Surga dan Neraka. Apa yang dikatakannya sebagai Surga itu adalah Neraka. Sesungguhnya aku peringatkan bahayanya kepada kalian sebagaimana Nuh memperingatkan kepada kaumnya (H.R al-Bukhari dari Abu Hurairah)

بَيْنَمَا أَنَا نَائِمٌ أَطُوفُ بِالْكَعْبَةِ فَإِذَا رَجُلٌ آدَمُ سَبْطُ الشَّعَرِ يُهَادَى بَيْنَ رَجُلَيْنِ يَنْطِفُ رَأْسُهُ مَاءً أَوْ يُهَرَاقُ رَأْسُهُ مَاءً فَقُلْتُ مَنْ هَذَا قَالُوا ابْنُ مَرْيَمَ فَذَهَبْتُ أَلْتَفِتُ فَإِذَا رَجُلٌ أَحْمَرُ جَسِيمٌ جَعْدُ الرَّأْسِ أَعْوَرُ عَيْنِهِ الْيُمْنَى كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ قُلْتُ مَنْ هَذَا قَالُوا هَذَا الدَّجَّالُ وَأَقْرَبُ النَّاسِ بِهِ شَبَهًا ابْنُ قَطَنٍ

Ketika saya tidur saya (melihat dalam mimpi) sedang thawaf di Ka’bah ternyata itu adalah seorang laki-laki berkulit sawo matang rambutnya lurus dipapah oleh dua orang laki-laki kepalanya meneteskan air. Aku bertanya: Siapa ini? Mereka berkata: Itu (Isa) putra Maryam. Aku kemudian menoleh. Ternyata ada seorang laki-laki yang merah, yang besar, keriting rambutnya, picak matanya yang kanan, matanya itu seperti anggur yang menonjol. Aku bertanya: Siapa ini? Mereka berkata: Ini adalah Dajjal. Manusia yang paling mirip dengan dia adalah Ibnu Qothn. (az-Zuhriy salah satu perawi hadits tersebut menyatakan bahwa Ibnu Qothn adalah seorang dari Bani al-Mustholiq dari Khuza’ah yang meninggal di masa Jahiliyyah)(H.R al-Bukhari dari Ibnu Umar)

Para Ulama menjelaskan bahwa mimpi para Nabi adalah wahyu dari Allah.

Dajjal mempunyai gunung roti, sebagaimana hadits al-Mughiroh bin Syu’bah beliau menyatakan:

مَا سَأَلَ أَحَدٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الدَّجَّالِ أَكْثَرَ مَا سَأَلْتُهُ وَإِنَّهُ قَالَ لِي مَا يَضُرُّكَ مِنْهُ قُلْتُ لِأَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّ مَعَهُ جَبَلَ خُبْزٍ وَنَهَرَ مَاءٍ قَالَ هُوَ أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ ذَلِكَ

Tidak ada seorangpun yang paling banyak bertanya tentang Dajjal kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam selain aku. Nabi berkata kepadaku: Apa yang memudharatkanmu darinya? Aku berkata: Sesungguhnya mereka berkata sesungguhnya bersama Dajjal itu ada gunung roti dan sungai air. Nabi bersabda: Itu sangat mudah (ringan) bagi Allah (H.R al-Bukhari)

Artinya, Dajjal menampakkan kekuasaannya sebagai fitnah bahwa ia bisa membuat gunung roti dan dia mengaku sebagai Tuhan padahal Allah Maha Mampu membuat lebih dari itu.

Dajjal tidak mampu masuk ke Madinah, dan ada seorang mukmin yang bersaksi ketika melihatnya secara langsung bahwa ia adalah Dajjal yang dikhabarkan Nabi, Dajjal diberi kemampuan oleh Allah untuk membunuh orang itu kemudian menghidupkannya lagi setelah itu tidak mampu membunuh orang itu lagi :

عَنْ أَبِيْ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا حَدِيثًا طَوِيلًا عَنْ الدَّجَّالِ فَكَانَ فِيمَا يُحَدِّثُنَا بِهِ أَنَّهُ قَالَ يَأْتِي الدَّجَّالُ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْهِ أَنْ يَدْخُلَ نِقَابَ الْمَدِينَةِ فَيَنْزِلُ بَعْضَ السِّبَاخِ الَّتِي تَلِي الْمَدِينَةَ فَيَخْرُجُ إِلَيْهِ يَوْمَئِذٍ رَجُلٌ وَهُوَ خَيْرُ النَّاسِ أَوْ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّكَ الدَّجَّالُ الَّذِي حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَدِيثَهُ فَيَقُولُ الدَّجَّالُ أَرَأَيْتُمْ إِنْ قَتَلْتُ هَذَا ثُمَّ أَحْيَيْتُهُ هَلْ تَشُكُّونَ فِي الْأَمْرِ فَيَقُولُونَ لَا فَيَقْتُلُهُ ثُمَّ يُحْيِيهِ فَيَقُولُ وَاللَّهِ مَا كُنْتُ فِيكَ أَشَدَّ بَصِيرَةً مِنِّي الْيَوْمَ فَيُرِيدُ الدَّجَّالُ أَنْ يَقْتُلَهُ فَلَا يُسَلَّطُ عَلَيْهِ

Dari Abu Sa’id radhiyallahu anhu beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam menceritakan kepada kami suatu hari hadits yang panjang tentang Dajjal. Di antara yang beliau ceritakan adalah : Dajjal akan datang dan diharamkan baginya untuk masuk ke jalan-jalan Madinah. Kemudian dia turun di sebagian tempat yang sedikit ditumbuhi tanaman yang berada setelah Madinah. Pada hari itu keluar seorang laki-laki yang termasuk sebaik-baik manusia. Kemudian laki-laki itu berkata: Aku bersaksi bahwa engkau sesungguhnya adalah Dajjal yang diceritakan oleh Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Kemudian Dajjal berkata kepada orang-orang: Bagaimana pendapat kalian jika aku bunuh orang ini kemudian aku hidupkan lagi dia, apakah kalian masih ragu dengan perkaraku (bahwa aku Tuhan). Orang-orang di sekitarnya menyatakan : Tidak. Kemudian Dajjal membunuh laki-laki itu kemudian menghidupkannya lagi. Kemudian laki-laki itu berkata (setelah ia hidup lagi): Sungguh tidak pernah aku lebih yakin lagi dibandingkan hari ini (bahwa engkau benar-benar Dajjal). Kemudian Dajjal ingin membunuhnya lagi tapi tidak mampu (H.R al-Bukhari)

Seluruh tempat akan didatangi Dajjal kecuali Makkah dan Madinah:

لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ يَحْرُسُونَهَا

Tidak ada suatu tempat kecuali akan diinjak oleh Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Tidaklah ada padanya suatu jalan kecuali Malaikat akan berbaris menjaganya (H.R al-Bukhari dari Anas bin Malik)

Salah satu bimbingan Nabi agar terhindar dari fitnah Dajjal adalah berdoa memohon perlindungan kepada Allah dari fitnah Dajjal pada saat tasyahhud akhir sebelum salam dalam sholat:

إِذَا فَرَغَ أَحَدُكُمْ مِنَ التَّشَهُّدِ الْآخِرِ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Jika kalian selesai dari (bacaan tasyahhud) akhir maka mintalah perlindungan kepada Allah dari empat hal: adzab Jahannam, adzab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal (H.R Muslim dari Abu Hurairah)

قَالَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Nabiyyullah shollallahu alaihi wasallam berdoa: Allaahumma innii a’udzu bika min adzaabil qobri wa adzaabin naari wa fitnatil mahyaa wal mamaati wa syarri al-masih ad-Dajjal (Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari adzab kubur, adzab anNaar, fitnah kehidupan dan kematian, dan keburukan al-masih ad-Dajjal (H.R Muslim dari Abu Hurairah)

Demikian, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.
 
(Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom