📕📗 TIDAK MEMBALAS SIKAP ORANG YANG MENCARI-CARI KEBURUKAN KITA

Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’ala memberikan taufiq kepada kita untuk menjalankan bimbingan Rasulullah shollallahu alaihi wasallam untuk bersabar jika ada orang-orang yang mencari-cari kesalahan kita dan mencela kita dalam hal itu. Jika kita bersabar, maka kita mendapatkan pahala, dan orangnya mendapatkan dosa. Jangan balik mencari-cari kesalahan orang itu dan mencelanya. Jangan pula mencela pribadi seorangpun.

وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِأَمْرٍ هُوَ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِأَمْرٍ هُوَ فِيهِ وَدَعْهُ يَكُونُ وَبَالُهُ عَلَيْهِ وَأَجْرُهُ لَكَ ، وَلاَ تَسُبَّنَّ شَيْئًا

Jika seseorang mencela atau menjelek-jelekkan engkau dalam hal yang memang ada padamu, maka janganlah (membalas) dengan menjelek-jelekkan dalam hal-hal yang ada padanya. Biarkan ia. Maka kecelakaan (dosa) untuknya dan pahalanya untukmu. Janganlah engkau mencela seorangpun (H.R Abu Dawud, atTirmidzi, anNasaai, atThoyaalisi, Ibnu Hibban, dishahihkan al-Albany)

(Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom