💐📝KAJIAN TAFSIR SURAT AL-FIIL (Bag ke-3-selesai)

🔗📋Kedua: pelajaran yang bisa diambil dari kisah tersebut adalah Allah menghancurkan serangan pasukan bergajah bukanlah karena kaum Quraisy lebih utama dan lebih baik keadaannya dibandingkan Abrahah dan bala tentaranya yang beragama Nashara.

Seakan-akan Allah mengajak berfikir bangsa Arab pada waktu itu bahwa dibinasakannya pasukan bergajah tersebut, bukan menunjukkan kemulyaan bangsa Arab waktu itu. Bukan karena bangsa Arab di atas kebenaran sedangkan pasukan bergajah itu di atas kebatilan. Bukan karena bangsa Arab lebih mulya kedudukannya di sisi Allah dibandingkan para pasukan bergajah itu. Tapi Allah mempersiapkan datangnya Rasul terakhir yang diutus yang harusnya kalian (wahai bangsa Quraisy) beriman kepadanya.

Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan:

وكانوا قوما نصارى، وكان دينهم إذ ذاك أقرب حالا مما كان عليه قريش من عبادة الأوثان. ولكن كان هذا من باب الإرهاص والتوطئة لمبعث رسول الله صلى الله عليه وسلم، فإنه في ذلك العام ولد على أشهر الأقوال، ولسان حال القدر يقول: لم ننصركم -يا معشر قريش-على الحبشة لخيريتكم عليهم، ولكن صيانة للبيت العتيق الذي سنشرفه ونعظمه ونوقره ببعثة النبي الأمي محمد، صلوات الله وسلامه عليه خاتم الأنبياء
 
Mereka (pasukan bergajah) itu adalah kaum Nashara. Agama mereka pada waktu itu lebih dekat keadaannya dibandingkan Quraisy para penyembah berhala. Akan tetapi hal tersebut dalam rangka mendirikan (pondasi) dan pijakan (pendahuluan) bagi diutusnya Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Karena pada tahun itu beliau dilahirkan, menurut pendapat yang paling masyhur. Lisan hal seakan-akan- menyatakan: Kami tidak menolong kalian wahai kaum Quraisy terhadap pasukan Habasyah karena keadaan kalian lebih baik dibandingkan mereka. Akan tetapi sebagai bentuk penjagaan terhadap Baitul Atiiq (Kabah) yang Kami akan mulyakan dan agungkan dengan diutusnya Nabi al-Ummi Muhammad sholaawatullahu wa salaamuhu alaih sebagai penutup para Nabi (Tafsir Ibn Katsir ayat pertama surat al-Fiil).

Syaikh Ibn Utsaimin rahimahullah menyatakan:

Allah Azza Wa Jalla melindungi Kabah dari (pasukan) gajah ini padahal di akhir zaman Allah akan kuasakan seorang laki-laki dari Habasyah yang akan menghancurkan Kabah tanpa tersisa hingga rata dengan tanah. Karena kisah Ashaabul Fiil ini sebagai pembukaan terhadap diutusnya Rasul Muhammad shollallahu alaihi wa alaa Aalihi wasallam yang merupakan pengagungan terhadap al-Bayt (Kabah). Adapun di akhir zaman, sesungguhnya Ahlul bayt (penduduk Makkah) ketika menghinakannya dan berbuat ilhad dengan kedzhaliman, tidak mengetahui kadar (kemulyaannya) pada saat itu Allah kuasakan terhadap mereka pihak yang menghancurkan (Kabah) hingga tidak tersisa lagi di muka bumi. Karena itu wajib bagi penduduk Makkah secara khusus untuk menjaga diri dari kemaksiatan, dosa-dosa, dan dosa-dosa besar. Agar mereka tidak menghinakan Kabah sehingga Allah Azza Wa Jalla menghinakan mereka. Kami meminta kepada Allah Taala untuk melindungi agama kita dan rumahNya al-Haram dari tipu daya dari setiap pihak yang akan melakukan tipu daya. Sesungguhnya Dia Maha berkuasa atas segala sesuatu (Tafsir libni Utsaimin pada surat al-Fiil)

Apa yang disampaikan oleh Syaikh Ibn Utsaimin tersebut seperti termaktub dalam hadits Shahih al-Bukhari dan Muslim:

يُخَرِّبُ الْكَعْبَةَ ذُو السُّوَيْقَتَيْنِ مِنْ الْحَبَشَةِ

Akan menghancurkan Ka’bah seorang yang memiliki dua paha kecil dari Habasyah (H.R al-Bukhari dan Muslim)

✅Ayat ke-1 Surat al-Fiil

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ

Arti Kalimat: Tidakkah engkau melihat bagaimana Rabbmu berbuat terhadap pasukan bergajah?

Kaum Quraisy yang masih hidup pada saat itu banyak yang menyaksikan sendiri dengan mata kepala mereka bagaimana kekuasaan Allah terhadap pasukan bergajah. Jikapun ada di antara mereka yang belum hidup saat itu, kisah itu demikian masyhur diceritakan turun temurun.

✅Ayat Ke-2 Surat al-Fiil

أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ

Arti Kalimat: Tidakkah Dia (Allah) menjadikan tipu daya mereka tidak menemui sasaran (sia-sia, batal, menuai kerugian besar)

Padahal para pasukan bergajah itu sudah mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dan sangat percaya diri akan tercapai dengan mudah penghancuran Kabah itu. Beberapa kali di sepanjang perjalanan ada pasukan-pasukan kecil Arab yang menghadang dan menghambat perjalanan mereka, dengan mudah mereka taklukkan. Hal itu semakin memperbesar rasa percaya diri mereka. Namun ternyata jangankan berhasil melihat atau menyentuh Kabah, di daerah al-Mughommas sejarak sekitar 2 mil, menjadi tempat terakhir masa kehidupan mereka secara sangat mengenaskan.

✅Ayat Ke-3 Surat al-Fiil

وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ

Arti Kalimat: dan (Dia) mengirim kepada mereka burung Ababil

Ababil adalah penjelasan tentang sifat burung-burung yang dikirim Allah itu, yaitu berjumlah banyak dan saling beriringan; berurutan. Sebagaimana hal itu diriwayatkan dari ucapan Sahabat Nabi Ibnu Abbas dan Tabi’in seperti al-Hasan al-Bashri dan Qotadah. Sedangkan Ibnu Zaid menjelaskan makna Ababil adalah datang dari segala penjuru.

✅Ayat Ke-4 Surat al-Fiil

تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ

Arti Kalimat: (Burung Ababil itu) melempari mereka dengan batu dari Sijjil

Sijjil adalah tanah yang dipanaskan sehingga mengeras (Tafsir Juz Amma libni Utsaimin)

✅Ayat Ke-5 Surat al-Fiil

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ

Arti Kalimat: Maka Dia menjadikan mereka (pasukan bergajah itu) bagaikan dedaunan yang dimakan

Lemparan batu dari burung Ababil tersebut telah membuat tubuh mereka terkoyak-koyak dan tercabik-cabik, bagaikan dedaunan yang sudah dimakan oleh binatang ternak. Jika lemparan batu itu mengenai kepalanya, akan tembus melubangi hingga bagian bawah tubuhnya.

<< Materi Kajian Ummahat – Majelis Ta’lim al-I’tishom bissunnah Sumberlele Kraksaan Probolinggo Jawa Timur – Sabtu siang ba’da Dzhuhur  >>

(Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom