🌹📝 UCAPAN SALAM DALAM TULISAN SURAT

Menjawab pertanyaan di group WA al-I’tishom sebelumnya,

Pertanyaan:

Apakah salam ucapan lisan dianjurkan juga ketika menulis surat? Saya belum pernah mendapatkan referensi  pada surat-surat Rasulullah atau khulafaur rosyidin. Mohon pencerahan.. Bismillah yang selalu ditulis di awal surat yg pernah saya tahu.

Jawaban:

Ada beberapa riwayat dari Sahabat Nabi yang menunjukkan menulis surat dengan menyebutkan salam, di antaranya:

عَنْ حَارِثَةَ : قَالَ قُرِئَ عَلَيْنَا كِتَاب عُمَر السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَمَّا بَعْدُ فَإِنِّي قَدْ بَعَثْتُ إِلَيْكُمْ عَمَّارًا أَمِيْرًا وَعَبْدَ اللهِ مُعَلِّمًا وَوَزِيْرًا وَإِنَّهُمَا مِنْ نُجَبَاءِ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ وَمِمَّنْ شَهِدَ بَدْرًا اسْمَعُوْا لَهُمَا وَأَطِيْعُوْا وَقَدْ آثَرْتُكُمْ بِهِمَا عَلَى نَفْسِي

Dari Haritsah (bin Wahb) radhiyallahu anhu beliau berkata: Dibacakan kepada kami kitab dari Umar (bin al-Khoththob) : Assalaamualaikum. Amma Ba’du. Sesungguhnya aku telah mengutus kepada kalian Ammar (bin Yasir) sebagai pemimpin dan Abdullah (bin Mas’ud) sebagai pengajar dan menteri. Sesungguhnya keduanya adalah termasuk pembesar dari kalangan Sahabat Muhammad shollallahu alaihi wasallam dan termasuk yang ikut perang Badr. Bersikaplah mendengar dan taat kepada keduanya. Sungguh aku telah mengalah dengan merelakan keduanya untuk kalian (riwayat Ahmad dalam Fadhailus Shohaabah, dan Ibnu Asaakir dalam Tarikh Dimasyq, dengan sanad yang jayyid, seluruh perawinya adalah perawi dalam as-Shahih).

Itu contoh penggunaan salam dengan Assalamualaikum. Kadangkala sebagian surat ditulis dengan mengucapkan salam yang lafadznya Salamun alaik yang artinya juga: semoga keselamatan untukmu. Intinya sama, keduanya adalah ucapan salam.

Contohnya adalah surat dari Abdullah bin Umar (Ibnu Umar) radhiyallahu anhu kepada Abdul Malik bin Marwan bahwa Ibnu Umar berbaiat kepada beliau. Berikut haditsnya:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ دِيْنَارٍ : أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنِ عُمَرَ كَتَبَ إِلَى عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ مَرْوَان يُبَايِعُهُ فَكَتَبَ إِلَيْهِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم لِعَبْدِ الْمَلِكِ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ سَلاَمٌ عَلَيْكَ فَإِنِّي أَحْمَدُ إِلَيْكَ الله الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَأُقِرُّ لَكَ بِالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ عَلَى سُنَّةِ اللهِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِهِ فِيْمَا اسْتَطَعْتُ

Dari Abdullah bin Dinar bahwasanya Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu menulis kepada Abdul Malik bin Marwan berbaiat kepadanya. Ibnu Umar menulis : Bismillahirrohmaanirrohiim. Kepada Abdul Malik bin Marwan Amirul Mukminin. Dari Abdullah bin Umar. Salaamun alaik (semoga keselamatan kepadamu). Sesungguhnya aku memuji Allah kepadamu yang tidak ada sesembahan (yang haq) kecuali Dia. Dan aku mengakui untukmu sikap mendengar dan taat di atas Sunnah Allah dan Sunnah RasulNya sesuai kemampuanku (H.R al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrod, dishahihkan al-Albany). 

Faidah lain yang bisa diambil dari surat Ibnu Umar itu :

Inti baiat kepada pemimpin adalah pernyataan pengakuan bahwa ia adalah pemimpin kita dan siap untuk bersikap mendengar dan taat di atas syariat Allah sesuai dengan kemampuan kita. Tidak harus ada pernyataan secara resmi dengan lafadz berbaiat. Baiat juga tidak harus datang langsung dan berjabat tangan.
Demikian, semoga bermanfaat…

Wallaahu A’lam.

(Abu Utsman Kharisman)

💡💡📝📝💡💡

WA al-I'tishom