〰〰〰〰〰〰
💦 Bertanya kepada Orang Berilmu yang Bermaksiat
〰〰〰〰〰〰

❓ Bismillah. Ustadz, bolehkah bertanya tentang hukum atau masalah agama kepada seseorang yang berilmu tetapi dia sering bermaksiat? Jazakumullahu khairan atas jawabannya.

✅ Dijawab oleh al-Ustadz Muhammad Rijal:

Al-Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya perkataan salah seorang tabi’in, Muhammad bin Sirin rahimahullah . Beliau berkata,

إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِيْنٌ، فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُوْنَ دِيْنَكُمْ

“Sesungguhnya ilmu adalah agama, maka hendaknya engkau memerhatikan dari siapa engkau mengambil agamamu.”

Karena ilmu adalah agama, maka ambillah agama dari orang-orang yang bertakwa, bersemangat menuntut ilmu al-Kitab dan as-Sunnah, bersemangat mengamalkannya, serta menjaga kehormatan dirinya dengan meninggalkan kemaksiatan, terlebih dosa-dosa besar.

Adapun ahli maksiat, tidak sepantasnya diambil ilmu darinya. Apabila dia menuruti hawa nafsunya untuk bermaksiat kepada Allah, dikhawatirkan ia juga mengikuti hawa nafsunya ketika menyampaikan ilmu atau menjawab pertanyaan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَا تُطِعۡ مَنۡ أَغۡفَلۡنَا قَلۡبَهُۥ عَن ذِكۡرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمۡرُهُۥ فُرُطٗا ٢٨

“Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (al-Kahfi: 28)

Berbeda halnya jika tidak ada orang yang memiliki ilmu selain dia, sementara keadaan menuntut agar perkara tersebut ditanyakan, maka tidak mengapa bertanya kepadanya. Itupun dengan kita memerhatikan pegangan yang dia jadikan sandaran ketika menjawab pertanyaan tersebut. Allahu a’lam.

🌍 Sumber artikel:
http://qonitah.com/ruang-konsultasi-edisi-10/

〰〰〰〰〰〰〰〰
📚 WA Salafy Kendari 📡