🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗

💎 FAWAID DARI HADITS AL-ARBAIN AN-NAWAWIYYAH

(HADITS KE 06)

〰〰〰

عن أبي عبد الله النعمان بن بشير رضي الله عنهما قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم يقول: “إنَّ الحلالَ بيِّن، وإنَّ الحرامَ بيِّن، وبينهما أمورٌ مشتبهات لا يعلمهنَّ كثيرٌ من الناس، فمَن اتَّقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه، ومَن وقع في الشبهات وقع في الحرام، كالراعي يرعى حول الحِمَى يوشك أن يرتع فيه، ألا وإنَّ لكلِّ ملِك حِمى، ألا وإنَّ حِمى الله محارمه، ألا وإنَّ في الجسد مُضغة، إذا صلحت صلح الجسد كلُّه، وإذا فسدت فسد الجسد كلُّه، ألا وهي القلب” رواه البخاري ومسلم.

✏️ Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir rodiyallohu anhu berkata; saya mendengar Rosululloh alaihi solaatu was salam bersabda; “Sesungguhnya perkara yang halal itu jelas dan perkara yang harom itu jelas dan diantara keduanya ada perkara yang syubhat (samar hukumnya) yang kebanyakan manusia tidak mengetahuinya, maka barang siapa yang berhati-hati dari perkara syubhat maka sungguh dia telah menjaga agamanya dan kehormatannya, dan barang siapa yg melakukan perkara syubhat maka dia akan jatuh kedalam keharoman, sebagaimana seorang pengembala yang mengembalakan kambingnya di sekitar daerah terlarang, maka sedikit demi sedikit dia akan masuk ke daerah larangan tersebut. Ketahuilah bahwasannya dalam jasad ada segumpal daging, yang jika segumpal daging itu baik maka akan baik seluruh jasadnya dan jika jelek maka akan jelek seluruh jasadnya ketahuilah bahwasannya (segumpal daging itu) adalah hati”. (HR.Bukhori dan Muslim)

〰〰〰

✏️ Berkata Fadhilatus Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad حفظه الله:

💎 Faedah-faedah dari hadits:

🔸1. Penjelasan tentang beberapa perkara dalam syariat diantaranya perkara halal yang jelas dan harom yang jelas dan di antara keduanya ada perkara syubhat yang meragukan hukumnya

🔸2. Kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara syubhat, akan tetapi sebagian dari mereka (ya’ni para ulama) mengetahui hukumnya beserta dalilnya

🔸3. Meninggalkan perkara yang syubhat sampai diketahui dengan jelas hukumnya

🔸4. Mempermisalkan sebuah perkara yang ma’nawi (abstrak) dengan perkara yang hissi (kongkrit) untuk memperjelas sebuah permasalahan

🔸5. Ketika seseorang melakukan perkara yang syubhat maka dia akan jatuh pula pada perkara yang jelas (keharomannya)

🔸6. Penjelasan tentang pentingnya fungsi hati, dimana kebaikan dan kejelekan amalan anggota badan yang lain sangat dipengaruhi oleh keadaan hati

🔸7. Jeleknya amalan dhohir seseorang menunjukan akan jeleknya keadaan batinnya

🔸8. Terjaganya seseorang dari perkara yang syubhat akan menjaga pula kesempurnaan agamanya dan terjaganya kehormatannya dari berbagai aib.

〰〰〰

⬆️📝 Diterjemahkan oleh "Syabab Ikhwan Kendari" dari Kitab Fathul Qowil Matin Fii Syarh Arbain Nawawi, karya Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad hafidzahulloh


〰〰〰〰
📚 WA Salafy Kendari 📡