🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗🔗

💎 FAWAID DARI HADITS AL-ARBAIN AN-NAWAWIYYAH

(HADITS KE 27)

〰〰〰

عن النواس بن سمعان رضي الله عنه، عن النَّبيِّ صلى الله عليه وسلم قال: "البرُّ حُسن الخُلق، والإثمُ ما حاك في النفس وكرهتَ أن يطَّلع عليه الناس" رواه مسلم.

وعن وابصة بن معبَد رضي الله عنه قال: أتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم، فقال: "جئتَ تسأل عن البرِّ والإثم؟ قلت: نعم! قال: استفت قلبَك، البرُّ ما اطمأنت إليه النفس واطمانَّ إليه القلب، والإثمُ ما حاك في النفس وتردَّد في الصدر، وإن أفتاك الناس وأفتوك" حديث حسن، رويناه في مسندي الإمامَين أحمد بن حنبل والدارمي بإسناد حسن.

🔊 Dari Nawwas bin Sam'an rodhiyallohu anhu, bahwasannya Nabi shallollohu alaihi wasallam bersabda: "Al-Birr (kebaikan) adalah baiknya akhlaq dan dosa adalah sesuatu yang mengganjal dihatimu dan engkau tidak senang manusia melihatnya". (HR. Muslim)

🔊 Dari Wabisoh bin Ma'bad rodhiyallohu anhu berkata: Saya pernah datang menemui Rosululloh shallollohu alaihi wasallam, maka beliau berkata: "Engkau datang untuk bertanya tentang Al-Birr (kebaikan) dan dosa ?". Saya berkata: Iya ! Maka beliau bersabda: "Mintalah fatwa kepada hatimu, Al-Bir (kebaikan) itu adalah sesuatu yang mendatangkan ketenangan pada hatimu, dan dosa adalah sesuatu yang membuat hatimu gelisah dan tidak tenang walaupun manusia berfatwa kepadamu. (Hadits hasan diriwayatkan Imam Ahmad dan Ad-Darimiy dalam Musnad keduanya dengan sanad hasan)

〰〰〰

✏️ Berkata Fadhilatus Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad حفظه الله:

💎 Faedah-faedah dari hadits:

1⃣. Penjelasan akan pentingnya akhlaq yang baik

2⃣. Bahwasannya Al-Birr dan dosa adalah sebuah kata yang luas cakupannya

3⃣. Seorang muslim layaknya mendahulukan perkara-perkara yang sudah jelas hukumnya dalam agama ini daripada perkara yang masih syubhat

4⃣. Seorang mu'min yang takut kepada Alloh hendaknya tidak melakukan perkara yang tidak membuat hatinya tenang, selama perkara tersebut belum jelas hukumnya dalam syariat

5⃣. Semangat para shohabat dalam mengetahui perkara yang halal dan harom, yang baik dan yang dosa

〰〰〰

⬆️📝 Diterjemahkan oleh "Syabab Ikhwan Kendari" dari Kitab Fathul Qowil Matin Fii Syarh Arbain Nawawi, karya Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad hafidzahulloh

〰〰〰

⚠️ Keterangan tambahan terkait hadits dari Wabisoh bin Ma'bad rodhiallohu anhu diatas:

Berkata Ibnu Rojab Al-Hambali dalam Kitab Jamiul Ulum wal Hikam setelah menyebutkan jalan-jalan hadits: Dalam hadits ini ada 2 sebab yang menyebabkan kedhoifannya:

1. Terputusnya sanad antara Ayyub dan az-Zubair

2. Az-Zubair adalah perowi yang lemah dan di nyatakan lemah oleh ad-Daruqutni dan Ibnu Hibban
(Kitab Jamiul ulum wal hikam. hal 206. cet. Darul Ibnu Hazm).

Hadis ini di hasankan oleh Syaikh Al-Albani dengan mengumpulkan semua jalannya. (Kitab Shohihul Jaami. 948)


〰〰〰〰
📚 WA Salafy Kendari 📡