~~~~~~~~~~~~~~~~~
🔰🔰MAKNA DAN HAKEKAT TAWAKKAL
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

🔘Berkata Ibnu Rajab Al-Hambaliy menerangkan makna tawakkal: "Yaitu benarnya penyandaran hati kepada Allah 'Azza wa Jalla di dalam mendapatkan kemaslahatan-kemaslahatan dan menolak kemadharatan-kemadharatan (berbagai mara bahaya) dari perkara-perkara dunia dan akhirat seluruhnya, yang seluruh perkara diserahkan kepada-Nya, dan merupakan pembuktiannya iman bahwasanya tidak ada yang memberi, tidak ada yang mencegah, tidak ada yang memberikan madharat dan tidak ada yang memberikan manfaat kecuali Dia.

Perealisasian/pembuktian tawakkal tidaklah menafikan usaha dalam mengambil sebab-sebab yang telah Allah Ta'ala tentukan terhadap makhluk-Nya dengannya dan telah berjalan sunnah-Nya pada makhluk-Nya dengan hal itu, maka sesungguhnya Allah Ta'ala telah memerintahkan untuk mengambil sebab-sebab bersamaan perintah-Nya untuk bertawakkal, maka usaha dalam mengambil sebab-sebab dengan anggota badan adalah ibadah kepada-Nya sedangkan tawakkal kepada-Nya dengan hati adalah keimanan kepada-Nya." (Jaami'ul 'Uluum wal Hikam hal.628 - Al-Muntaqaa)

🔘Berkata Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah: "Yakin adalah temannya tawakkal, dan karena inilah ada yang menafsirkan tawakkal dengan kuatnya yakin, sedangkan yang benar adalah bahwa tawakkal adalah buahnya yakin dan hasilnya." (Madaarijus Saalikiin 2/397-398, lihat Bahjatun Naazhiriin 1/148-149)

👆Dikutip dari Buletin Al-Wala' Wal-Bara' Edisi ke-2 Tahun ke-3 / 03 Desember 2004 M / 20 Syawwal 1425 H


〰〰〰〰〰〰〰〰
📚 WA Salafy Kendari 📡