---------------------------
🔰🔰 Tanya Jawab
--------------------------

🔘 Pertanyaan:
---------------
Mo tanya ustadz, ada seorang istri yg bekerja menjadi TKI, dan si suami tiap bulannya meminta jatah uang , padahal si suami jg kerja. Kadang si suami memberi ancaman kpd istri apabila tdk mengirim uang akan di cerai. apa yg harus dilakukan oleh istri tersebut?

✅ Jawaban:
--------------
Hendaknya keduanya bertakwa kepada Alloh dan takut akan adzab-Nya, krn Nabi mengatakan:

لا يحل لامرأة أن تسافر إلا مع ذي محرم

"Tidak halal bagi seorang wanita utk melakukan safar kecuali bersama mahramnya".

Maka istri tsb telah berbuat maksiat krn safar tanpa mahramnya, jika memang dia bekerja sendirian. Dan suaminya menjadi dayyuz krn membiarkan kemungkaran dilakukan oleh anggota keluarganya. Dan keduanya terancam dengan dosa kemaksiatan. Hendaknya para wanita tinggal di rumah-rumah mereka, berkhidmat kepada suami dan anak-anaknya. Sebagaimana firman Alloh Ta’ala:

(وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ ) [سورة اﻷحزاب : 33]

" dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu." [Qs. Al-Ahzaab: 33]

Dan Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:

كلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته، والرجل راع في أهل بيته، ومسئول عن رعيته، والمرأة راعية في بيت زوجها، ومسئولة عن رعيتها

"Masing-masing dari kalian adalah pemimpin, dan masing-masing kalian akan dipertanggungjawabkan atas kepemimpinannya, dan seorang lelaki dia menjadi pemimpin bagi keluarganya, dan akan dipertanggungjawabkan atas kepemimpinannya, dan seorang wanita menjadi pemimpin di rumah suaminya, dan akan dipertanggungjawabkan atas kepemimpinannya." [HR. Bukhori-Muslim]

Dan kewajiban memberikan nafkah adalah suami krn itulah yg menjadikan lelaki menjadi lebih mulia dari seorang wanita. Sebagaimana firman Alloh Ta’ala:

(الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ ) [سورة النساء : 34]

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka." [Qs. An-Nisaa: 34]

Maka hendaknya mereka bertakwa kepada Alloh Azza wa Jalla. Wallohul musta'an.

👆Dijawab oleh Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu Abduh حفظه الله

🌏 Sumber: Dikutip dan rangkum dari WA Ahlus Sunnah Karawang 3


〰〰〰〰〰〰〰〰
📚 WA Salafy Kendari 📡