〰〰〰〰〰〰
🔰 Silsilah KAJIAN KITAB TAUHID

الملخص في شرح كتاب التوحيد

✏️ Karya: Syaikh Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan حفظه الله

〰〰 0⃣2⃣ 〰〰

📚 KITAB TAUHID
(Penjelasan Dalil Kedua)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوت

“Dan sungguh Kami telah mengutus pada setiap ummat seorang Rosul agar menyeru kaumnya : "Beribadahlah kalian hanya kepada Allah serta jauhilah thoghut”. (QS. An-Nahl: 36)

📌 Makna perkata dari ayat:

- Kata بعثنَا : Yaitu Kami telah mengutus .

- Kata كلّ أمةٍ : Yaitu sekelompok umat manusia pada setiap abad atau setiap generasi.

- Kata رسولًا : Seorang yang diberi wahyu oleh Allah dan diperuntukkan untuk menyampaikan.

- Kata اعبدوا الله : Esakanlah Allah dalam ibadah.

- Kata واجتنبوا : Tinggalkanlah atau berpisahlah darinya.

- Kata الطاغوتُ : Segala sesuatu yang melampaui batasannya, maka setiap yang diibadahi selain Allah dan dia ridho diibadahi maka dia disebut thoghut.

📌 Makna global dari ayat:

Sesungguhnya Allah telah mengutus pada setiap umat manusia disetiap abadnya atau setiap generasinya seorang Rosul yang bertugas mengajak umat manusia untuk beribadah hanya kepada Allah dan meninggalkan seluruh peribadatan kepada selain Allah. Maka pengutusan Rosul ini senantiasa berlangsung sejak awal terjadinya kesyirikan pada umat manusia yaitu pada zaman Nabi Nuh sampai ditutup zaman kerosulan tersebut dengan nabi Muhammad shallallahu 'alahi wasallam.

📌 Kesesuaian ayat dengan bab:

Yaitu bahwasanya berdakwah kepada tauhid dan melarang dari kesyirikan merupakan tugas utama dan terpenting dari seluruh para Rosul dan pengikutnya.

📌 Faedah-faedah ayat:

1. Hikmah dari diutusnya seluruh para Rosul adalah untuk mengajak kepada tauhid dan mencegah dari kesyirikan.

2. Agama seluruh para rosul adalah satu yaitu mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah dan melarang dari kesyirikan. Walaupun hukum-hukum syariat pada setiap Rosul berbeda-beda.

3. Risalah tauhid mencakup seluruh umat manusia, dan hujjjah telah tegak pada seluruh hamba.

4. Besarnya perkara tauhid, dan tauhid merupakan kewajiban atas seluruh umat manusia.

5. Dalam ayat ini terdapat makna kandungan (laailaha illallah) yaitu an-nafyu (meniadakan seluruh ibadah kepada selain Allah) dan al-itsbat (menetapkan ibadah hanya kepada Allah). Dan tauhid tidak akan tegak kecuali dengan kedua rukun diatas. Dan bahwasanya an-nafyu semata bukanlah tauhid juga sebaliknya al-itsbat semata bukanlah tauhid.


📖 Disalin dari Kitab Al-Mulakhkhos Fii Syarhi Kitabit At-Tauhid karya Syaikh Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan hafidzahulloh, halaman 11-12.

📝 Alih Bahasa: "Syabab Ikhwan Kendari"


〰〰〰〰〰〰〰〰
📚 WA Salafy Kendari 📡