〰〰〰〰〰〰
🔰 Silsilah KAJIAN KITAB TAUHID

الملخص في شرح كتاب التوحيد

✏️ Karya: Syaikh Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan حفظه الله

〰〰 0⃣3⃣ 〰〰

📚 KITAB TAUHID
(Penjelasan Dalil Ketiga)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan Robbmu telah memerintahkan agar kalian jangan beribadah kecuali hanya kepada-Nya dan hendaklah kalian berbuat baik kepada kedua orang tua ”. (QS. Al-Israa’: 23)

📌 Makna perkata dari ayat:

Kata قضى : Memerintahkan dan mewasiatkan, dan qodho yang dimaksud pada ayat ini adalah qodho syar’i, bukan qodho takdir

Kata ربك : Robb adalah Sang pemilik dan Pengatur, yaitu dzat yang mengurusi seluruh alam semesta dengan berbagai kenikmatan yang berasal dari-Nya.

Kata ألا تعبدوا إلا إياه : Kalian beribadah hanya kepada-Nya dan jangan beribadah kepada selain-Nya.

Kata وبالوالدين إحساناً : Yaitu Allah memerintahkan kalian untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, sebagaimana juga Allah memerintahkan kalian untuk beribadah hanya kepada-Nya, dan tidak beribadah kepada selain-Nya.

📌 Makna ayat secara global:

Ayat ini merupakan pemberitaan dari Allah bahwasanya Dia telah memerintahkan dan mewasiatkan melalui lisan-lisan para rosul-Nya yaitu agar hanya Allah yang diibadahi tidak kepada selain-Nya dan juga agar seorang anak berbuat baik kepada kedua orang tuanya baik dengan ucapan ataupun perbuatan dan jangan dia menyakiti keduannya, dikarenakan kedua orang tua telah mengurusi dia semenjak kecil dan dalam keadaan lemah sampai dia besar dan kuat.

📌 Kesesuaian ayat dengan bab:

Tauhid merupakan hak yang paling utama dan kewajiban yang paling wajib, dikarenakan Allah dalam ayat ini memulai penyebutan tauhid, dan tidaklah sesuatu itu dimulai melainkan dari yang terpenting kemudian setelahnya.

📌 Faedah-faedah ayat:

1. Tauhid merupakan kewajiban yang pertama kali Allah perintahkan dan merupakan hak yang paling pertama atas seorang hamba.

2. Kandungan makna kalimat (laailaha illallah) yaitu an-nafyu dan al-itsbat, dan juga dalam ayat ini menunjukkan dalil bahwa tauhid tidak akan tegak kecuali dengan adanya an-nafyu dan al-itsbat (meniadakan seluruh ibadah kepada selain Allah dan menetapkan ibadah hanya kepada Allah), sebagaimana telah berlalu penjelasannya.

3. Besarnya hak kedua orang tua, dimana dalam ayat ini Allah menyebutkan hak kedua orang tua setelah hak Allah, sehingga hak kedua orang tua menempati posisi kedua.

4. Wajibnya berbuat ihsan kepada kedua orang tua dengan seluruh jenis perbuatan ihsan dikarenakan dalam ayat ini Allah tidak mengkhususkan satu jenis perbuatan ihsan saja.

5. Haramnya durhaka kepada kedua orang tua.

----------------

📖 Disalin dari Kitab Al-Mulakhkhos Fii Syarhi Kitabit At-Tauhid karya Syaikh Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan hafidzahulloh, halaman 13-14.

📝 Alih Bahasa: "Syabab Ikhwan Kendari"


〰〰〰〰〰〰〰〰
📚 WA Salafy Kendari 📡