〰〰〰〰〰〰
🔰 Silsilah KAJIAN KITAB TAUHID

الملخص في شرح كتاب التوحيد

✏️ Karya: Syaikh Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan حفظه الله

〰〰 0⃣5⃣ 〰〰

📚 KITAB TAUHID
(Penjelasan Dalil Kelima)

وقوله: {قُلْ تَعَالَوْاْ أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلاَّ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئًا} الآيات [الأنعام : 151، 153]

Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Katakanlah: Kemari kalian aku bacakan apa yang telah diharamkan Rabb kalian atas kalian yaitu jangan kalian berbuat syirik sedikitpun" sampai akhir ayat (QS. Al-An’am : 151-153)

📌 Makna perkata dari ayat:

Kata تعالوا : kemarilah kalian

Kata أتل : aku kisahkan / aku beritakan kalian

Kata حرّم : Al-haram yaitu sesuatu yang dilarang dengan makna pelakunya akan mendapatkan hukuman dan yang meninggalkannya mendapat pahala.

Kata الآيات : Sampai dua ayat dalam surah al-an’am mulai dari {قُلْ تَعَالَوْا} sampai firman Allah {ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ}.

📌 Makna ayat secara global:

Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk mengatakan kepada orang-orang musyrik -yang beribadah kepada selain Allah, dan telah mengharamkan apa yang telah Allah rezekikan kepada mereka, dan juga telah membunuh anak-anak mereka dalam rangka mendekatkan diri kepada berhala-berhala mereka, mereka melakukan ini semua atas dasar logika-logika mereka dan tipu daya syaitan-, yaitu agar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengatakan kepada mereka: kemarilah kalian aku beritahu apa yang diharamkan Sang Pencipta kalian dan yang memiliki kalian yaitu pengharaman yang sebenar-benarnya bukan sekedar praduga atau prasangka bahkan berasal dari wahyu dan perintah dari sisi-Nya, yaitu sepuluh wasiat:

1. Wasiat agar kalian jangan berbuat syirik dan ini larangan dari syirik secara umum dan mencakup seluruh jenis sesembahan selain Allah dan seluruh jenis ibadah.

2. Wasiat agar kalian berbuat baik kepada kedua orang tua dengan cara berbakti, menjaga dan mentaati keduanya selama bukan pada kemaksiatan serta tidak merasa bosan dihadapan keduanya.

3. Wasiat agar kalian jangan membunuh anak-anak kalian, yaitu mengubur hidup-hidup wanita atau membunuh anak laki-laki karena takut miskin, karena Allah yang memberi rezeki kepada kalian dan mereka bukan kalian yang memberi rezeki kepada mereka tidak pula diri kalian sendiri.

4. Wasiat agar kalian jangan mendekati seluruh perbuatan keji yaitu kemaksiatan baik yang nampak ataupun yang samar.

5. Wasiat agar kalian jangan membunuh jiwa yang Allah haramkan membunuhnya baik seorang mukmin atau kafir mua’had, kecuali dengan. AL HAQ yaitu seseuatu yang membolehkan seseorang itu dibunuh dalam syariat seperti qishos(dibunuhnya seorang pembunuh) atau zina dari seorang muhson(seseorang yang telah melakukan akad nikah) atau seorang yang murtad(keluar dari islam).

6. Wasiat agar kalian jangan mendekati harta anak yatim (yaitu anak kecil yang ditinggal mati bapaknya) kecuali dengan cara yang baik yaitu menjaga harta tersebut atau mengembangkannya sampai ketika anak yatim telah dewasa dan cerdas, maka hartanya dikembalikan kepadanya.

7. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَأَوْفُواْ الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ لاَ نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا

"Sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil, Kami tidak membebani jiwa kecuali sebatas kemampuannya"

Yaitu adillah didalam menerima dan memberi sesuai kemampuan kalian.

8. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُواْ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى

"Jika kalian berucap maka adillah walaupun terhadap kerabat-kerabat kalian"

Perintah untuk adil dalam berucap baik terhadap orang yang jauh ataupun dekat serta perintah berbuat adil dalam perbuatan.

9. Wasiat untuk melaksanakan seluruh wasiat yang telah diperintahkan dan tunduk patuh terhadap wasiat-wasiat tersebut, baik perintah ataupun larangan dan beramal dengan kitabullah dan sunnah.

10. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ

"Sungguh inilah jalanKu yang lurus maka ikutilah dan jangan kalian mengikuti jalan-jalan yang lain sehingga kalian berpecah belah dari jalan itu"

✔️ Sirothol Mustaqim (jalan yang lurus) adalah seluruh perintah dan larangan dalam dua ayat diatas yang mana perintah terbesar adalah tauhid dan larangan terbesar adalah kesyirikan.

✔️ Kata السُّبُلَ adalah kebid’ahan dan syubhat-syubhat

✔️ Kata فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ : yaitu kalian akan menyimpang dan terpecah belah dalam agama.

📌 Keterkaitan ayat dengan bab:

Dalam ayat ini Allah memyebutkan berbagai keharaman secara global dimulai dari syirik, yang konsekwensi dari larangan syirik adalah perintah kepada tauhid. Maka ini menunjukkan bahwa tauhid adalah kewajiban yang paling wajib dan kesyirikan adalah keharaman yang terbesar.

📌 Faedah-faedah ayat:

1. Kesyirikan adalah keharaman yang terbesar dan tauhid merupakan perintah yang paling wajib.

2. Besarnya hak kedua orang tua.

3. Haramnya membunuh jiwa dengan tanpa hak terlebih lagi membunuh kerabat sendiri.

4. Haramnya memakan harta anak yatim dan yang disyariatkan adalah memperbaiki harta tersebut.

5. Wajibnya adil dalam ucapan dan perbuatan baik terhadap orang yang dekat atau jauh.

6. Wajibnya memenuhi janji.

7. Wajib mengikuti agama islam dan meninggalkan selainnya.

8. Menghalalkan dan mengharamkan merupakan hak Allah saja.


📖 Disalin dari Kitab Al-Mulakhkhos Fii Syarhi Kitabit At-Tauhid karya Syaikh Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan hafidzahulloh, halaman 16-18.

📝 Alih Bahasa: "Syabab Ikhwan Kendari"


〰〰〰〰〰〰〰〰
📚 WA Salafy Kendari 📡